Klaten International Cycling Festival, Ajang Promosi Petensi Unggulan
- 08 Mei 2026 19:51 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Klaten - Pemerintah Kabupaten Klaten bersiap menggelar Klaten International Cycling Festival sebagai upaya memadukan olahraga sepeda dengan potensi budaya dan pariwisata daerah. Ajang berskala internasional ini dijadwalkan berlangsung selama delapan hari, mulai 17 hingga 24 Mei 2026.
Plt. Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Klaten, Purwanto, menjelaskan bahwa festival ini mengusung beragam rangkaian kegiatan yang padat, mulai dari pagi hingga malam hari. Salah satu agenda utamanya adalah seminar atau konferensi sepeda internasional yang melibatkan peserta dari berbagai negara.
"Rangkaian kegiatan di pendopo berlangsung selama tiga hari, yakni 17 sampai 20 Mei, yang fokus pada kegiatan seminar. Sebelumnya, pada 17 Mei, para penyaji makalah akan diajak berkeliling ke desa-desa wisata unggulan seperti Omah Wayang, Desa Melikan, Lurik Prasojo, hingga Umbul Ponggok," kata Purwanto saat dikonfirmasi, Jumat 8 Mei 2026.
Selain seminar, kemeriahan festival juga akan bergeser ke kawasan Prambanan. Di sana, masyarakat dan wisatawan dapat menikmati berbagai acara pendukung seperti, Festival Candi Kembar, Fun Bike, Pameran Produk UMKM dan Pasar Klithikan, Pentas Seni Budaya, serta Temu Klaster Dinas Tenaga Kerja.
Purwanto menambahkan, agenda delapan hari ini menjadi momentum emas untuk memperkenalkan keunggulan lokal Klaten ke kancah global. Peserta mancanegara nantinya akan diajak melihat langsung proses pembuatan batik di Desa Kemudo dan lokasi strategis lainnya.
"Harapannya, para tamu internasional ini dapat menjadi duta promosi yang memperkenalkan potensi Klaten di negara asal mereka," ujarnya.
Sementara itu, pengamat kebijakan lokal, Ansori, menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, festival ini merupakan pintu gerbang untuk membuka wajah Klaten kepada dunia internasional. Namun, ia menekankan agar panitia tidak hanya fokus pada aspek olahraga semata.
"Inisiatif ini sangat baik, namun harus dimaksimalkan dengan kemasan yang menarik. Jangan hanya sekadar bersepeda, tetapi bagaimana benar-benar 'mewajahkan' Klaten. Dunia harus tahu bahwa inilah Klaten dengan segala potensinya," kata Ansori.
Ia berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak yang lebih besar dibanding event-event sebelumnya di kawasan Prambanan yang seringkali belum optimal dalam mengangkat identitas daerah. "Semoga kegiatan ini lebih booming dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat," pungkasnya. (Adam Sutanto/MI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....