Sempat Melambung, Harga Daging Ayam Broiler di Solo Mulai Turun

  • 06 Okt 2026 18:53 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Harga daging ayam broiler di sejumlah pasar tradisional Kota Solo mulai berangsur turun setelah hampir dua bulan berada di level tinggi. Di Pasar Legi Solo, harga daging ayam broiler kini berada di kisaran Rp37 ribu per kilogram, turun sekitar Rp3 ribu dari harga sebelumnya Rp40 ribu per kilogram.

Berdasarkan pantauan RRI.co.id, Selasa 6 Oktober 2026, penurunan harga tersebut terjadi secara bertahap dalam tiga hari terakhir. Pedagang menyebut harga sebelumnya bertahan di kisaran Rp40 ribu per kilogram sejak Agustus.

Salah seorang pedagang daging ayam broiler di Pasar Legi Solo, Muslikhah, mengatakan harga saat ini turun menjadi Rp37 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp40 ribu. Menurutnya, penurunan tersebut terjadi sejak tiga hari terakhir.

“Harga daging ayam saat ini turun Rp37 ribu dari sebelumnya Rp40 ribu. Penurunan itu terjadi dalam tiga hari terakhir ini dari harga semula Rp40 ribu sejak bulan Agustus,” ujar Muslikhah.

Muslikhah mengatakan penurunan harga tersebut turut dipengaruhi daya beli masyarakat yang menurun. Kondisi itu membuat sebagian konsumen tidak membeli daging ayam dalam jumlah besar.

Meski harga mengalami penurunan, Muslikhah memilih mengurangi stok daging ayam secara signifikan untuk menyesuaikan dengan permintaan. Ia biasanya menyembelih sekitar 60 kilogram per hari dan baru menambah hingga 80 kilogram jika terjadi lonjakan permintaan.

Selain daging ayam broiler, harga telur ayam di Pasar Legi Solo juga mengalami penurunan. Pedagang telur, Sutini, mengatakan harga telur ayam kini mencapai Rp23 ribu per kilogram, turun dari sebelumnya Rp24 ribu per kilogram.

“Harga telur mengalami penurunan mulai hari ini, saat ini Rp23 ribu, semula Rp24 ribu. Saya juga tidak tahu penurunan harga telur karena dari pemasok juga sudah turun,” kata Sutini.

Sutini mengatakan harga telur bebek masih stabil di angka Rp2.400 per butir. Sementara harga telur ayam kampung turun menjadi Rp2.300 per butir dari sebelumnya Rp2.500 per butir.

Meski harga telur mengalami penurunan, penjualan masih berjalan cukup baik. Sutini menyebut rata-rata mampu menjual sekitar tiga krat telur per hari, dengan setiap krat berisi sekitar 15 kilogram telur. (SIFA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....