Bukan Sekadar Juara, MAPSI Jadi Ruang Belajar Siswa SDII Al Abidin Boyolali
- 06 Okt 2026 18:52 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Siswa SDII Al Abidin Boyolali meraih dua prestasi dalam ajang Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) tingkat Kecamatan Mojosongo. Yumna Anindhita Darmoko meraih Juara 2 Lomba Macapat Islami Putri, sedangkan Brahmana Zayyan Atarahman dan Agung Lakshita Laksmi meraih Juara 3 Lomba Duet Islami.
Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari proses belajar siswa melalui persiapan dan latihan sebelum mengikuti kompetisi. Mereka belajar berlatih secara konsisten, menerima evaluasi, memperbaiki kekurangan, sekaligus mempersiapkan diri agar lebih percaya diri saat tampil di hadapan juri.
Siswa kelas VI, Yumna Anindhita Darmoko, mengikuti kompetisi pada cabang Macapat Islami Putri. Sementara Brahmana Zayyan Atarahman dan Agung Lakshita Laksmi tampil pada cabang Duet Islami dan berhasil meraih posisi ketiga.
Kepala SDII Al Abidin Boyolali, Agus Nugroho, mengatakan pengalaman mengikuti kompetisi menjadi bagian penting dalam proses pengembangan kemampuan siswa. Menurutnya, prestasi memang membanggakan, tetapi proses yang dijalani siswa selama persiapan juga memiliki nilai pembelajaran.
“Juara tentu menjadi hal yang membanggakan. Namun, proses yang dilalui anak juga sangat penting, mereka belajar disiplin dalam latihan, menerima masukan, bertanggung jawab, dan berani tampil,” ujar Agus dalam rilis tertulis yang diterima RRI.co.id, Senin 5 Oktober 2026.
Agus mengatakan kesempatan mengikuti kompetisi dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi sekaligus belajar menghadapi tantangan secara langsung. Karena itu, sekolah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan melalui berbagai kegiatan, baik akademik maupun nonakademik.
Selama persiapan MAPSI, siswa menjalani latihan dan evaluasi untuk memperbaiki bagian penampilan yang masih kurang. Proses tersebut juga melatih siswa untuk tetap fokus ketika menghadapi rasa gugup saat tampil di depan juri dan peserta lainnya.
Menurut Agus, pengalaman kompetisi juga menjadi pelengkap proses pembelajaran yang berlangsung di kelas. Siswa tidak hanya belajar mengenai kemampuan yang akan ditampilkan, tetapi juga memahami proses untuk mencapai hasil serta cara menerima evaluasi.
“Anak tidak hanya belajar tentang kemampuan yang akan ditampilkan, tetapi juga belajar mengenai proses untuk mencapai hasil, bagaimana menerima evaluasi, serta bagaimana tetap berusaha ketika menghadapi kesulitan,” ujarnya.
Pengembangan kemampuan siswa tersebut berjalan berdampingan dengan program pembelajaran yang dikembangkan SDII Al Abidin Boyolali melalui ICT, ICP, dan TCP. Program tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar siswa dalam mengembangkan kemampuan teknologi, wawasan internasional, serta nilai-nilai keislaman.
Bagi sekolah, pengalaman mengikuti MAPSI tidak hanya diukur dari capaian juara yang diperoleh. Proses latihan, menerima masukan, bekerja sama, mengelola rasa gugup, dan keberanian tampil menjadi pengalaman yang dapat mendukung perkembangan siswa.
Prestasi Yumna, Brahmana, dan Agung di MAPSI Kecamatan Mojosongo menjadi hasil dari proses yang telah mereka jalani. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi ruang bagi ketiganya untuk belajar menghadapi tantangan dan membangun kepercayaan diri. (SIFA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....