SMPI Al Abidin Surakarta Perkuat Global Learning Bersama AIESEC UNS
- 06 Okt 2026 18:51 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - SMPI Al Abidin Surakarta memperkuat pembelajaran berwawasan global melalui kolaborasi bersama AIESEC in UNS dalam program Unstoppable Youth. Program tersebut menghadirkan dua peserta pertukaran asal Myanmar, Tiffany dan Cho Cho Phyu, untuk berinteraksi langsung dengan siswa Level 7 dan Level 8 selama sekitar tiga hingga empat pekan sejak pertengahan Agustus hingga awal September 2026.
Kehadiran peserta pertukaran membuat Bahasa Inggris tidak hanya dipelajari sebagai materi di kelas, tetapi digunakan sebagai alat komunikasi dalam situasi nyata. Siswa mendapat kesempatan bertanya, berdiskusi, menyampaikan pendapat, hingga bekerja sama dengan orang yang memiliki latar belakang budaya berbeda.
Kepala SMPI Al Abidin Surakarta, Eka Noer Maya Sari, mengatakan pengalaman langsung menjadi bagian penting dalam membangun wawasan global siswa. Menurutnya, siswa perlu memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dan belajar bersama orang dari negara lain.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar tentang dunia dari buku atau layar, tetapi benar-benar bertemu, berkomunikasi, dan belajar bersama orang dari negara lain,” ujar Eka dalam rilis tertulis yang diterima RRI.co.id, Senin 5 Oktober 2026.
Eka mengatakan interaksi tersebut juga memberi kesempatan kepada siswa untuk keluar dari zona nyaman. Siswa belajar mengatasi rasa canggung, berani mengajukan pertanyaan, serta mencari cara agar pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh lawan bicara.
Menurut Eka, manfaat program tidak berhenti pada kemampuan Bahasa Inggris. Interaksi lintas budaya juga melatih siswa untuk terbuka terhadap perbedaan, mendengarkan perspektif orang lain, bekerja sama, dan beradaptasi dengan situasi baru.
Pembelajaran diperluas melalui pengenalan Sustainable Development Goals (SDGs) dengan berbagai kegiatan, seperti Cultural Exchange, Cross-Cultural Understanding, SDG 101, Think Tank, Voices of Impact, hingga Challenge: My Commitment on SDG. Siswa juga mengikuti kegiatan Vision Board, People First × Prosperity Lab, Design to Action × Decorate My World, serta Peace & Justice × Partnership Power.
Melalui SDG 101, siswa diperkenalkan pada berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Sementara melalui Think Tank, siswa diajak mengidentifikasi persoalan di lingkungan sekitar dan menghubungkannya dengan isu yang lebih luas.
Pembelajaran kemudian dilanjutkan melalui aktivitas kreatif dengan menuangkan gagasan dalam Vision Board dan membuat komitmen pribadi melalui Challenge: My Commitment on SDG. Kegiatan tersebut mendorong siswa tidak hanya memahami isu, tetapi juga memikirkan tindakan yang dapat dilakukan setelah pembelajaran.
Eka mengatakan kemampuan yang dibutuhkan siswa di masa depan tidak hanya ditentukan oleh pencapaian akademik. Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, berpikir kritis, beradaptasi, memahami perbedaan budaya, dan melihat persoalan dari perspektif yang lebih luas juga menjadi bagian penting.
“Ketika siswa berkomunikasi langsung dengan seseorang dari negara lain, mereka belajar bahwa Bahasa Inggris bukan hanya mata pelajaran. Bahasa Inggris menjadi alat untuk berkomunikasi, memahami perspektif lain, dan membangun hubungan dengan dunia,” kata Eka.
Program kolaborasi tersebut ditutup melalui Farewell Party with Al Abidin sebagai ruang apresiasi dan refleksi atas pengalaman yang telah dilalui bersama. Bagi SMPI Al Abidin Surakarta, pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang mendekatkan siswa dengan keberagaman budaya dan lingkungan global. (SIFA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....