Artbition 2026, Siswa SDII Al Abidin Presentasikan Karya dalam Bahasa Inggris

  • 01 Okt 2026 18:47 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Sejumlah siswa SD Islam International Al Abidin Surakarta mempresentasikan karya mereka dalam Bahasa Inggris melalui Artbition 2026, Rabu 30 September 2026. Kegiatan bertema A Celebration of Creativity tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk berkarya, memecahkan persoalan selama proses pembuatan, sekaligus mengomunikasikan hasilnya.

Presentasi menggunakan Bahasa Inggris menjadi salah satu bagian dalam Artbition 2026. Perwakilan siswa dari setiap fase pembelajaran menjelaskan bahan, proses pembuatan, fungsi, serta gagasan yang melatarbelakangi karya mereka.

Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan kesempatan menggunakan Bahasa Inggris dalam konteks nyata. Mereka tidak hanya mempelajari kosakata dan struktur kalimat, tetapi juga berlatih menjelaskan sesuatu yang dipahami dan dikerjakan sendiri secara runtut.

Penggunaan Bahasa Inggris dalam kegiatan pembelajaran tersebut sejalan dengan program unggulan SD Islam International Al Abidin Surakarta, yakni Cambridge. Program tersebut memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris sekaligus menggunakannya dalam proses pembelajaran.

Kepala SD Islam International Al Abidin Surakarta, Sri Wachyuningsih, mengatakan proses membuat karya tidak hanya berkaitan dengan kreativitas. Kesabaran, ketekunan, tanggung jawab, dan kemauan menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas juga menjadi bagian yang dilatih dalam kegiatan tersebut.

“Semoga semangat, jiwa kreatif, kesabaran, serta ketekunan yang ditunjukkan siswa dalam menyelesaikan karya seni ini juga dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mereka sehari-hari,” ujarnya.

Untuk memperkaya pengalaman siswa, sekolah menghadirkan Rosiena dari Sanggar Handycraft Nisrina yang memberikan wawasan dan demonstrasi berbagai karya seni kepada siswa kelas 1 hingga kelas 4. Sementara siswa juga mengenal rotan bersama tim dari Pratama Rotan Indonesia dan mempraktikkan pembuatan gantungan kunci dari bahan tersebut.

Siswa kelas 5 dan 6 bekerja secara berkelompok membuat berbagai bentuk keranjang rotan. Ketua Panitia Artbition, Arif Mashudi, mengatakan kehadiran para praktisi membantu siswa memahami proses pengolahan bahan hingga menjadi sebuah karya.

“Melalui kehadiran para praktisi, kami ingin siswa tidak hanya melihat hasil akhir sebuah karya, tetapi juga memahami proses dari sebuah bahan menjadi sebuah karya seni, karakter bahan, fungsi, hingga nilai yang dapat dihasilkan dari sebuah karya seni,” kata Arif.

Proses berkarya dalam Artbition 2026 juga mengintegrasikan unsur STEM, meliputi Science, Technology, Engineering, dan Mathematics. Siswa mengamati karakter bahan, merancang bentuk, melakukan pengukuran, menentukan teknik pembuatan, serta mencari solusi ketika menemukan kendala.

Berbagai karya yang ditampilkan meliputi bunga dari kertas, maket rumah dari stik es krim, lampion, tempat tisu, figura, hingga gantungan dengan teknik quilling. Siswa juga menerapkan prinsip 3R melalui pemanfaatan kembali berbagai bahan, termasuk membuat eco-brick dari botol plastik yang dimanfaatkan menjadi plant holder dan kursi.

Artbition 2026 turut menghadirkan seni tradisional Jawa melalui pertunjukan wayang kulit oleh Dalang Cilik Abraham. Pertunjukan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal dan mengapresiasi budaya lokal di tengah kegiatan yang juga mengembangkan kemampuan STEM dan komunikasi Bahasa Inggris. (SIFA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....