Pantang Menyerah, Siswa SMP Al Abidin Torehkan Prestasi Matematika

  • 30 Sep 2026 16:08 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Sikap pantang menyerah menjadi bagian dari perjalanan Matahari Lahir D’Air, siswa kelas 9 SMP Al Abidin, dalam mengembangkan kemampuan matematika. Berbagai kegagalan dalam kompetisi justru mendorongnya untuk terus belajar, berlatih, dan memperbaiki kemampuan.

Ketertarikan Matahari terhadap matematika tumbuh sejak kelas 3 SD, ketika ia mengaku belum memiliki dasar matematika yang kuat. Setelah mengikuti les selama sekitar satu bulan, ia mulai lebih mudah memahami materi hingga nilai matematikanya di kelas 4 selalu mencapai 100.

“Awalnya saya belum terlalu bisa matematika. Setelah ikut les sekitar satu bulan, saya mulai lebih paham dan berhitung juga lebih cepat,” ujar Matahari.

Memasuki jenjang SMP, Matahari mempelajari kembali materi matematika kelas 7, 8, dan 9 sebagai persiapan mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN). Ia kemudian memperdalam materi olimpiade dengan bimbingan dua tutor untuk meningkatkan kemampuan menghadapi soal-soal kompetisi.

Perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus karena Matahari beberapa kali belum berhasil meraih juara. Saat mengikuti OSN, ia juga sempat merasa kesulitan mengerjakan soal dan tidak menyangka dapat memperoleh hasil yang baik.

Pengalaman itu membuat Matahari menyadari pentingnya latihan secara konsisten. Setiap malam setelah Magrib, ia terbiasa mengerjakan sekitar lima hingga sepuluh soal, kemudian membaca Al-Qur’an dan melaksanakan salat Isya sebelum mengikuti les selama dua jam.

Setelah les, ia kembali merangkum materi dan mengerjakan latihan soal sebelum tidur. Kebiasaan tersebut membuatnya semakin terbiasa mengenali pola soal, meskipun peluang dan geometri masih menjadi tantangan karena membutuhkan kemampuan berpikir kritis.

Untuk menghindari kejenuhan, Matahari melakukan aktivitas penyegaran seperti bermain gim. Bersama teman-temannya yang menekuni Olimpiade Matematika, ia juga berdiskusi, bertukar soal, saling memberikan koreksi, dan menyemangati ketika menghadapi kegagalan.

“Kalau mulai bosan, biasanya saya bermain gim sebentar supaya tidak jenuh. Dengan teman-teman juga sering berdiskusi dan saling menyemangati,” ujarnya.

Ketekunan tersebut kemudian membuahkan sejumlah prestasi. Matahari meraih Juara 1 OSN Tingkat Kota bidang Matematika, Juara 1 ENHAVAGANZA XIV bidang Matematika, dan Juara 1 Omni Local Competition bidang Matematika.

Ia juga meraih Juara 2 ICEF 14 bidang LCC, Juara 2 PK Fest 1.0 bidang Olimpiade Matematika, serta Juara 3 CRESCENTA 2026 bidang Olimpiade Matematika. Selain gelar juara, Matahari memperoleh Medali Emas pada Final Provinsi OMNAS 15 bidang Matematika, Junior Science Olympiad (JSO) Tingkat Provinsi, OTSMB bidang Matematika, serta Hong Kong International Mathematical Olympiad Heat Round 2026.

Bagi Matahari, sederet prestasi tersebut merupakan hasil dari proses belajar yang diwarnai kegagalan dan kesulitan. Dukungan orang tua serta doa kepada Allah menjadi sumber semangat untuk terus berusaha dan bangkit. (SIFA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....