Kampanye BERTEMAN Tekankan Keselamatan Perlintasan Wonogiri

  • 06 Okt 2026 13:13 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Wonogiri - Keselamatan pengguna jalan saat melintasi perlintasan kereta api menjadi perhatian lintas instansi di Kabupaten Wonogiri. Dinas Perhubungan Kabupaten Wonogiri bersama Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jawa Tengah, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan Satlantas Polres Wonogiri menggelar sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang JPL 39 kawasan Alas Kethu, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri.

Menurut rilisnya, Senin 5 Oktober 2026, sosialisasi tersebut mengusung tema BERTEMAN yang merupakan akronim dari Berhenti, Tengok Kiri Kanan, Aman, Jalan. Pesan tersebut digunakan untuk mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru ketika akan melewati perlintasan kereta api.

Melalui kampanye BERTEMAN, pengguna jalan diminta berhenti terlebih dahulu sebelum perlintasan, kemudian melihat kondisi dari arah kiri dan kanan. Setelah memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas dan kondisi benar-benar aman, perjalanan baru dapat dilanjutkan.

Petugas dari berbagai instansi juga memberikan edukasi secara langsung kepada pengguna jalan yang melintas di JPL 39. Masyarakat diingatkan untuk mematuhi rambu, marka, serta tanda peringatan di sekitar perlintasan dan tidak menerobos ketika kereta api akan melintas.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Wonogiri, Waluyo, mengatakan pesan keselamatan perlu disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui BERTEMAN, kami ingin mengingatkan masyarakat bahwa keselamatan di perlintasan sebidang dimulai dari tindakan sederhana. Berhenti, tengok kiri kanan, pastikan aman, baru jalan. Jangan terburu-buru dan jangan mengambil risiko ketika akan melintasi perlintasan kereta api,” ujar Waluyo.

Menurut Waluyo, keselamatan di perlintasan sebidang bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas. Kesadaran serta kedisiplinan dari seluruh pengguna jalan juga menjadi faktor penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

“Sinergi antara Dinas Perhubungan, Balai Teknik Perkeretaapian, PT KAI, kepolisian dan masyarakat sangat penting. Kami berharap pesan BERTEMAN ini dapat terus diingat dan diterapkan oleh setiap pengguna jalan, sehingga keselamatan menjadi budaya bersama,” katanya.

Selain sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan peralatan pendukung tugas kepada Petugas Jaga Lintasan (PJL). Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung petugas di lapangan dalam menjalankan tugas menjaga keselamatan dan kelancaran di kawasan perlintasan sebidang.

Kolaborasi lintas instansi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan perjalanan kereta api. Edukasi secara langsung dan dukungan kepada petugas lapangan menjadi bagian dari upaya membangun budaya tertib dan aman di setiap perlintasan sebidang. (Ril/Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....