Warga Pagutan Wonogiri Diedukasi Hadapi Kemunculan Ular Berbahaya

  • 06 Okt 2026 13:14 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Wonogiri - Pemerintah Kelurahan Pagutan berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri dan Exalos Indonesia memberikan edukasi kepada warga terkait penanganan ular yang masuk ke permukiman.

Kegiatan sosialisasi dan edukasi tersebut digelar di Balai Lingkungan Ngepringan, Kelurahan Pagutan, Kecamatan Manyaran. Dalam rilisnya, Senin 5 Oktober 2026, kegiatan diikuti warga, ketua RW dan RT se-Kelurahan Pagutan, serta relawan tanggap bencana.

Plt. Sekretaris Lurah Pagutan, Wiyanti mengatakan, kepanikan warga ketika menemukan ular justru dapat menimbulkan bahaya bagi manusia maupun ekosistem lingkungan.

“Harapannya setelah mengikuti kegiatan ini warga tidak lagi panik, melainkan paham apa yang harus dilakukan dan kepada siapa harus melapor jika menemukan ular dipemukiman,” ujar Wiyanti.

Sementara itu, Ketua Exalos Indonesia, Janu Wahyu Widodo menjelaskan, kepanikan sering membuat warga melakukan penanganan yang keliru ketika menemukan ular di sekitar rumah.

“Hal terpenting Ketika menemukan ular di area rumah adalah tetap tenang, jaga jarak aman, dan terus memantau pergerakannya. Hindari memegang langsung jika belum memiliki keahlian khusus,” ujar Janu.

Selain memberikan materi, tim juga memperagakan teknik evakuasi ular menggunakan sejumlah peralatan sederhana, seperti kayu, sapu, dan grab stick. Warga diberikan pemahaman mengenai karakteristik ular dan jenis ular yang berbahaya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama menegaskan edukasi tersebut penting untuk mengurangi risiko kecelakaan maupun korban akibat gigitan ular.

Menurutnya, masyarakat juga perlu memahami bahwa membakar hutan atau lahan yang menjadi habitat ular bukan solusi untuk mengatasi keberadaan satwa tersebut.

“Membakar hutan atau lahan yang didalamnya ada ular itu tidak menyelesaikan masalah karena ular itu nomaden (berpindah-pindah tempat). Terkhusus saat ini musim kemarau banyak laporan dari berbagai daerah yang kebakaran lahan. Maka kita harus berhati-hati dalam membakar dedaunan,” ujar Fuad.

Setelah kegiatan edukasi, tim melakukan penyisiran di lokasi yang menjadi tempat keberadaan ular. Dalam penyisiran tersebut, tim Exalos Indonesia menemukan seekor ular piton dan berhasil mengamankannya.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami cara menghadapi ular secara aman dan tidak melakukan tindakan berisiko ketika menemukan ular di sekitar permukiman. (Ril/Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....