MTsN 5 Wonogiri Perkuat Komitmen Madrasah Antikekerasan

  • 28 Sep 2026 15:39 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Wonogiri - MTs Negeri 5 Wonogiri memperkuat komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman melalui sosialisasi madrasah ramah anak serta penandatanganan Ikrar Komitmen Antikekerasan. Kegiatan yang berlangsung di MTsN 5 Wonogiri, Tawangrejo, Pagutan, Kecamatan Manyaran tersebut diikuti sekitar 370 siswa.

Sosialisasi menghadirkan Rumdiyah dan Afrilin Dewi Purnama dari Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosPPKB dan P3A) Kabupaten Wonogiri.

Dalam sosialisasi itu , para siswa diberikan pemahaman bahwa perundungan atau bullying bukan sekadar tindakan bercanda. Perilaku merendahkan, menyakiti, mengintimidasi, mengucilkan, maupun melakukan kekerasan terhadap teman dapat memberikan dampak terhadap korban.

"Bullying bukan sekadar bercanda. Setiap tindakan yang menyakiti, merendahkan, atau mengucilkan teman dapat berdampak bagi korban," ujar Rumdiyah Sabtu 26 September 2026.

Ia mengajak para siswa untuk berani menolak segala bentuk kekerasan serta meningkatkan kepedulian terhadap teman di lingkungan madrasah. Menurutnya, lingkungan pendidikan yang aman perlu dibangun bersama oleh seluruh warga madrasah.

"Anak-anak harus berani mengatakan tidak terhadap kekerasan dan saling peduli dengan teman," ucapnya.

Sementara itu, Afrilin Dewi Purnama menekankan pentingnya membangun kebiasaan saling menghargai dan menghormati perbedaan di lingkungan madrasah.

"Madrasah ramah anak harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan membuat setiap anak merasa dihargai," katanya.

Para siswa juga didorong untuk tidak menjadi pelaku maupun korban yang diam ketika mengetahui adanya tindakan perundungan. Kepedulian antarsiswa dinilai menjadi salah satu kunci dalam mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan.

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan Ikrar Komitmen Antikekerasan oleh seluruh civitas madrasah. Ikrar tersebut menjadi simbol kesepakatan bersama untuk mencegah terjadinya perundungan dan kekerasan di lingkungan MTsN 5 Wonogiri.

Melalui komitmen tersebut, seluruh warga madrasah diharapkan tidak hanya memahami bahaya perundungan, tetapi juga memiliki keberanian untuk mencegah serta melaporkan tindakan yang berpotensi merugikan peserta didik. (Ril/Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....