Krisis Air Minim, BPBD Karanganyar Catat Permintaan Air Bersih Turun
- 04 Okt 2026 22:53 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar mencatat penurunan signifikan pada permintaan penyaluran (dropping) air bersih sepanjang musim kemarau tahun 2026. Sejak Juli hingga awal Oktober 2026, BPBD baru menyalurkan bantuan air bersih ke delapan titik yang tersebar di empat kecamatan.
Kalakhar BPBD Karanganyar, Sugiharjo, menjelaskan bahwa dari perkiraan awal sebanyak 18 desa di 11 kecamatan yang rawan kekeringan, kenyataan di lapangan menunjukkan kondisi yang relatif jauh lebih terkendali dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Dari bulan Juli sampai awal Oktober ini kami dari BPBD baru melakukan dropping di delapan titik karena permohonan warga. Itu pun mayoritas disebabkan karena kendala teknis pompa air Pamsimas yang mengalami gangguan (trouble)," kata Kalakhar BPBD Karanganyar, Sugiharjo, saat dikonfirmasi, Minggu 4 Oktober 2026.
Sugiharjo mengungkapkan, delapan titik lokasi bantuan tersebut meliputi wilayah Gondangrejo, Kalijirak, Sewurejo Mojogedang, Malung, Karangpandan, dan Kelurahan Bolong Karanganyar. Masifnya pembangunan jaringan Pamsimas serta sumur dalam oleh Pemkab Karanganyar dalam beberapa tahun terakhir menjadi faktor utama yang mampu meredam krisis air bersih warga.
"Alhamdulillah dengan dibangunnya Pamsimas dan sumur pertanian secara masif di tahun-tahun sebelumnya, kemarau yang cukup panjang tahun ini untuk kebutuhan air bersih masyarakat bisa terpenuhi secara mandiri," ujar Sugiharjo.
Menghadapi sisa musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga dasarian ketiga November 2026 berdasarkan prakiraan BMKG, BPBD Karanganyar menyiapkan langkah mitigasi lanjutan secara bertahap ke 17 kecamatan.
"Kami akan menerjunkan tim ke 17 kecamatan untuk memetakan potensi kekeringan sekaligus persiapan menghadapi peralihan musim hujan. Kami juga terus memantau peta Kajian Risiko Bencana (KRB) serta mengusulkan kelengkapan peralatan evakuasi seperti gergaji mesin dan alkon bagi para relawan," kata Kalakhar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....