Dampak Musim Kemarau, Pemkab Sukoharjo Mulai Melakukan Droping Air Bersih

  • 09 Jul 2026 18:58 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sukoharjo - Pemkab Sukoharjo mulai melakukan droping air bersih kepada warga di tiga kecamatan yang mengalami kesulitan air.

Bantuan tahap awal tersebut disalurkan ke Kecamatan yang selama ini menjadi wilayah langganan terdampak kekeringan, yakni kecamatam Weru, Bulu dan kecamatan Tawangsari.

Droping air bersih dipimpin langsung Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, yang didampingi Kepala BPBD Aryanto Mulyatmojo.

Saat memberikan keterangan persnya, Bupatik Etik Suryani mengatakan pada tahap awal pemkab mengirimkan satu tangki air bersih ke masing-masing kecamatan dengan kapasitas sekitar 4.000 liter.

“Ya, distribusi tersebut dilakukan sebagai langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Etik.

Menurutnya, bantuan air bersih tidak dibatasi jumlah tertentu dan pemkab akan terus menyalurkan pasokan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Selain bantuan jangka pendek, Pemkab Sukoharjo menurut Etik juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan sarana sumber air bersih di wilayah yang setiap tahun mengalami kekeringan.

“Bahkan terdapat salah satu desa sebenarnya telah memiliki titik sumber air yang sempat mengeluarkan debit air. Hanya saja, jaringan pipa mengalami kerusakan akibat dampak gempa sehingga distribusi air tidak dapat berjalan optimal,” kata dia.

Bupati Etik Suryani berjanji segera melakukan perbaikan pada perubahan APBD sehingga masyarakat nantinya bisa menikmati pasokan air secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala BPBD Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, mengatakan pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat kekeringan di tiga kecamatan, yakni Weru, Tawangsari, dan Bulu.

“Terdapat tiga desa terdampak kekeringan yakni desa Kunden kecamatan Bulu, Weru kecamatgan Weru dan desa Kedungjambal Kecamatan Tawangsari dengan total sekitar 1.170 jiwa,” ujar Ariyanto.

Menurut dia, hingga hari Kamis 09 Juli 2026 sudah terdistribusi sebanyak 115 Ribu liter dan bagi masyarakat yang wilayahnya memerlukan bantuan air bersih untuk segera menghubugi pemerintah desa setempat untuk diteruskan kepada Bupati Sukoharjo.

Sementara itu sebagai antisipasi perluasan dampak kemarau, BPBD Sukoharjo telah menyiapkan skema reguler untuk distribusi air bersih.

“Pasokan bantuan akan dikirimkan secara berkala berdasarkan basis permintaan kelompok masyarakat,” pungkas dia. (Edwi)

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....