Basarnas Bakal Gelar Pelatihan Potensi SAR dan Bentuk Kampung Rescue di Baleran

  • 03 Okt 2026 18:37 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Klaten - Basarnas akan menggelar pelatihan potensi SAR di Kawasan Obyek Wisata Kalitalang Balerante Kemalang Klaten. Kegiatan tersebut dirangkai dengan pembentukan kampung Rescue dikawasan lereng merapi tersebut.

Sekretaris Utama Basarnas

Abdul Haris Achadi mengatakan Basarnas bersama komponen lainnya seperti BPBD Klaten, Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) dan TNI Polri dan Potensi SAR melakukan tracking di kawasan Obyek Wisata Kalitalang Balerante Kemalang Klaten. Kegiatan tersebut dalam rangka kegiatan pelatihan pelatihan potensi SAR dan juga launching pembentukan kampung rescue dikawasan Desa Balerante atau lereng merapi.

"Hari Senin sampai Kamis yang akan datang kami menyelenggarakan yang namanya pelatihan potensi SAR yaitu launching pembentukan kampung rescue. Ini menjadi hal penting karena Basarnas tidak bisa bekerja sendiri tetapi harus bekerja dengan potensi SAR bahkan masyarakat," kata Sekretaris Utama Basarnas Abdul Haris Achadi, Jum'at 2 Oktober 2026.

Dikatakan kegiatan tersebut merupakan pemberdayaan masyarakat agar mereka benar-benar siap jika terjadi bencana. Setelah selesai pelatihan bekerja sama dengan BPBD Klaten akan digelar simulasi penanganan bencana dengan melibatkan berbagai pihak baik potensi SAR maupun masyarakat.

Dikatakan, dalam upaya pengurangan resiko bencana tersebut pemerintah tidak dapat bekerja sendiri akan tetapi bekerja kolaborasi mulai Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BNPB, BPBD, TNI Polri dan juga masyarakat.

Kepala Kantor SAR Surakarta Muhamad Abdullah kepada wartawan mengatakan rencana kegiatan pelatihan SAR dan penanganan kampung rescue tersebut berlangsung di Desa Balerante Kemalang Klaten. Pada kegiatan tersebut Basarnas akan mensimulasikan dalam satu momen kedaruratan terkait dengan gunung merapi.

".Kami bersama BPBD akan membuat satu rangkaian kegiatan mulai dari SOP bagaimana dalam satu kondisi kedaruratan masyarakat dapat melaksanakan kegiatan secara normal dan secara aman dari level 1, Level 2 , level 3 maupun kondisi status awas," katanya.

Mohammad Abdullah mengatakan bentuk pelatihan yang akan dilakukan antara lain pelatihan medis dan evakuasi di ketinggian. Sedangkan kegiatan pelatihan potensi SAR dan simulasi tersebut merupakan bagian dari kesiap-siagaan dalam menghadapi bencana. Adam Sutanto

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....