Siagakan Ancaman Bencana, BPBD Klaten Perkuat Kapasitas Relawan Lereng Merapi

  • 10 Sep 2026 10:13 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Klaten – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar rapat koordinasi (rakor) Kesiapsiagaan Penanggulangan Potensi Ancaman Bencana. Kegiatan tersebut berfokus pada ancaman erupsi Gunung Merapi, gempa bumi, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Rakor yang berlangsung di Pendapa Pemkab Klaten ini dihadiri Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo; Dandim Klaten; Kapolresta Klaten; Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta; serta perwakilan BMKG Sleman. Turut hadir para kapolsek, danramil, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan relawan.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk mengurangi risiko bencana. Pasalnya, Klaten merupakan daerah yang rawan dilanda erupsi Gunung Merapi, kebakaran hutan, hingga gempa bumi.

"Rakor ini diselenggarakan dalam rangka memitigasi risiko bencana yang ada di Kabupaten Klaten. Kita tahu musim kemarau panjang ini sudah memicu kebakaran di sejumlah tempat. Ditambah lagi meletusnya beberapa gunung di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa," ujar Hamenang, Rabu 9 September 2026.

Sebelumnya, Bupati Klaten meninjau langsung kondisi di kawasan lereng Merapi dengan mengunjungi Pos Pantau Kalitalang. Secara umum, situasi di wilayah tersebut dipastikan masih relatif kondusif.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Klaten, Syahruna, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan konsep evakuasi mandiri untuk meminimalkan dampak ancaman erupsi. Penguatan kapasitas masyarakat dan relawan di kawasan rawan bencana terus ditingkatkan melalui berbagai simulasi.

"Kami mengadakan peningkatan kapasitas bagi relawan yang ada di atas (lereng Merapi). Kami menganut evakuasi mandiri. Jika terjadi bencana, yang memberikan pertolongan pertama adalah teman-teman di atas," kata Syahruna.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santoso, mengungkapkan bahwa aktivitas Gunung Merapi saat ini masih tergolong tinggi. Luncuran lava pijar dan guguran awan panas dilaporkan masih sering terjadi. (Adam Sutanto)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....