Aspirasi Warga Mengalir saat Muhammadiyah Temui DPRD Solo

  • 30 Sep 2026 09:47 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Banyak pertanyaan dan kegelisahan warga sebenarnya sudah lama ingin disampaikan kepada wakil rakyat. Persoalannya, tidak semua warga tahu harus mengetuk pintu siapa untuk menyampaikannya.

Ruang itu akhirnya terbuka ketika warga Muhammadiyah Kota Bengawan bertemu langsung dengan anggota DPRD Kota Surakarta Komisi III, Salim, dalam dialog interaktif “Muhammadiyah Menyapa Wakil Rakyat” di SD Muhammadiyah 7 Joyosuran, Selasa 29 September 2026.

Pertemuan tersebut diikuti pimpinan harian Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kota Bengawan, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Cabang Kota Bengawan, serta kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di lingkungan cabang tersebut.

Dialog berlangsung cair. Pertanyaan demi pertanyaan mengalir dari peserta kepada Salim. Bahkan, menurut Salim, sesi tanya jawab masih dapat berlanjut apabila tidak terbentur waktu.

“Banyak pertanyaan yang dalam hati mereka sebenarnya ingin diutarakan kepada siapa, mereka juga bingung,” kata Salim.

Dia menilai forum tersebut menjadi ruang penting bagi warga untuk mengetahui lebih jauh langkah-langkah Pemerintah Kota Surakarta sekaligus menyampaikan persoalan yang mereka hadapi secara langsung.

“Adanya dialog interaktif ini membuka mata bagi saya dan juga para hadirin untuk lebih aware dan lebih tahu langkah-langkah dari Pemerintah Kota Surakarta,” katanya.

Ketua PCM Kota Bengawan, H Ghofar Ismail, mengatakan kegiatan “Muhammadiyah Menyapa Wakil Rakyat” merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi dengan wakil rakyat.

Menurut Ghofar, dialog tersebut menjadi kesempatan bagi warga Muhammadiyah untuk menyampaikan aspirasi sekaligus membangun pemahaman bersama mengenai persoalan dan kebutuhan masyarakat.

“Ini menjadi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Mudah-mudahan apa yang menjadi masukan dari warga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam program-program ke depan,” ujarnya.

Sesi foto bersama

Dia juga menjelaskan, kegiatan tersebut juga berkaitan dengan program Majelis Ekonomi Muhammadiyah yang melibatkan sejumlah pengurus, di antaranya Joko Setiawan dan Roni.

Ghofar menyebut hubungan dengan Salim telah terjalin sejak sebelum Salim menjadi anggota DPRD Kota Surakarta. Hubungan tersebut, menurut dia, menjadi modal untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka.

PCM Kota Bengawan berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai forum menyampaikan pertanyaan. Aspirasi yang muncul diharapkan dapat menjadi bahan komunikasi lanjutan antara warga, Muhammadiyah, dan pemangku kebijakan.

"Kehadiran pimpinan harian PCM, PRM se-Cabang Kota Bengawan, serta kepala AUM juga memperluas ruang penghimpunan aspirasi dari berbagai unsur Muhammadiyah," kata dia.

Disampaikan juga bahwa dialog itu sekaligus menunjukkan bahwa hubungan antara organisasi masyarakat dan wakil rakyat tidak harus menunggu forum reses dan komunikasi dapat dibangun melalui pertemuan yang terbuka, langsung, dan menyentuh persoalan warga. (Edwi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....