Solo Safari Tegaskan Tak Ada Larangan Hijab bagi Peserta MagangHub

  • 22 Sep 2026 16:37 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Manajemen Solo Safari menegaskan tidak memiliki aturan perusahaan yang melarang karyawan maupun peserta program MagangHub mengenakan atribut keagamaan, termasuk jilbab. Klarifikasi tersebut disampaikan setelah muncul aduan terkait dugaan larangan mengenakan jilbab dalam proses wawancara peserta MagangHub.

General Manager Solo Safari Miyana Harikna menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses komunikasi dengan calon peserta MagangHub terdapat penyampaian yang kurang tepat hingga menimbulkan ketidaknyamanan. Manajemen juga masih melakukan pengecekan internal untuk memastikan informasi yang diterima sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Pertama-tama saya selaku General Manager Solo Safari menyampaikan permohonan maaf apabila ada proses komunikasi dengan calon MagangHub, ada sesuatu penyampaiannya kurang tepat atau menimbulkan ketidaknyamanan,” kata Miyana, Senin, 21 September 2026.

Miyana menegaskan, tidak terdapat ketentuan internal Solo Safari yang melarang penggunaan atribut keagamaan. Menurutnya, aturan perusahaan juga tidak mencantumkan larangan khusus terhadap penggunaan jilbab.

“Kami dapat tegaskan di Solo Safari tidak memiliki ketentuan yang melarang karyawan untuk tidak menggunakan atribut keagamaan, termasuk hijab,” tegasnya.

Miyana mengatakan, manajemen masih menelusuri proses wawancara calon peserta yang menyampaikan aduan. Departemen Human Resources atau HRD akan melakukan komunikasi lebih lanjut untuk mengetahui posisi yang dilamar dan proses wawancara yang berlangsung.

“Saya belum cek yang bersangkutan ini posisinya di mana dan bagaimana. Nanti dari departemen HRD atau Human Resources yang akan komunikasi lebih lanjut,” jelasnya.

Manajemen Solo Safari juga membuka ruang dialog dengan calon peserta yang menyampaikan aduan. Langkah tersebut dilakukan untuk meluruskan informasi sekaligus mengetahui secara langsung konteks pembicaraan saat wawancara.

“Kami siap mengundang ataupun berdialog atau menyampaikan, meluruskan miskomunikasi ini,” katanya.

Miyana mengatakan Solo Safari selama ini mendukung program MagangHub yang merupakan program pemerintah. Program tersebut telah memasuki batch keempat dan pada periode terbaru Solo Safari menerima 13 peserta untuk ditempatkan di berbagai departemen.

“MagangHub ini istilahnya kami mengakomodir program pemerintah dan kami sangat support dengan program pemerintah,” ungkapnya.

Peserta MagangHub dapat ditempatkan di berbagai bidang, mulai dari guest experience, entertainment, food and beverage, hingga bidang yang berkaitan dengan satwa. Miyana mengatakan setiap posisi memiliki kriteria masing-masing sesuai kebutuhan dan kemampuan yang dipersyaratkan.

“Untuk kriterianya kami menggunakan kriteria yang berlaku di internal perusahaan, sesuai dengan apa yang menjadi syarat-syarat untuk diterima melalui, terutama untuk skill-nya,” jelasnya.

Miyana kembali menegaskan kriteria internal perusahaan tidak mencantumkan larangan penggunaan atribut keagamaan. Ketentuan pakaian pada posisi tertentu berkaitan dengan kebutuhan masing-masing bagian dan tidak dimaksudkan sebagai larangan mengenakan jilbab.

“Di peraturan perusahaan kami tidak ada yang menerangkan pelarangan atribut keagamaan. Kami tegaskan di Solo Safari tidak ada yang spesifik untuk melarang penggunaan atribut keagamaan atau khususnya hijab,” tegasnya.

Manajemen juga telah meminta departemen terkait berkomunikasi dengan calon peserta yang sebelumnya menyampaikan aduan. Klarifikasi langsung dinilai diperlukan agar informasi mengenai persyaratan program MagangHub dapat dipahami dengan jelas.

Miyana memastikan kesempatan mengikuti program MagangHub tetap terbuka bagi peserta yang mengenakan jilbab selama memenuhi persyaratan dan kriteria posisi yang dibutuhkan. (Ryan Assyidiqi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....