Dai Champions Standardisasi MUI, Pusat,4 Cara Mencintai Rasulullah SAW
- 18 Sep 2026 23:14 WIB
- Surakarta
RRI. CO. ID, Surakarta - Mengaku mencintai Rasulullah Muhammad SAW tidak cukup dengan ucapan.
Kecintaan itu harus terlihat dalam perilaku sehari-hari, mulai menjaga sholat, membaca AlQuran, memperbanyak shalawat, hingga peduli kepada sesama.
Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, saat menjadi imam sekaligus khatib di Masjid Al-Mustaqim, Jalan MT Haryono No. 50, Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jumat 18 September 2026.
Dalam khutbahnya, Jatmiko mengingatkan jamaah bahwa Rasulullah SAW diutus Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, mencintai Rasulullah SAW semestinya tidak berhenti pada pujian dan shalawat, tetapi diwujudkan dengan mengikuti sunnah dan menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam kehidupan.
“Makna cinta yang sesungguhnya kepada Nabi SAW adalah mengamalkan apa yang diamalkan oleh Rasulullah. Mencintai Nabi SAW adalah ibadah,” kata Jatmiko.
Dia menyebut empat kebiasaan yang dapat menjadi bentuk nyata kecintaan kepada Rasulullah SAW. Pertama, sholat tepat waktu. Ketaatan kepada Allah SWT harus diwujudkan dalam pelaksanaan kewajiban, bukan sekadar menjadi pengetahuan. Kedua, rutin membaca Al-Qur’an. Kedekatan dengan Al-Qur’an diharapkan tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga mendorong umat mengamalkan nilai-nilainya.
“Ketiga dengan memperbanyak shalawat. Seperti yang tercantum dalam QS Al-Ahzab ayat 56 yang memerintahkan orang-orang beriman untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW,” bebernya.
Dan keempat, peduli kepada sesama. Rasulullah SAW mengajarkan persamaan, persatuan, saling menghargai, saling menolong, menjaga persaudaraan, perdamaian, serta akhlakul karimah.
Guru PAI SD Muhammadiyah 1 Solo itu menegaskan, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan. Mengikuti Rasul bukan sekadar mengenang sosoknya, melainkan berusaha menghadirkan keteladanannya dalam hubungan dengan Allah dan sesama manusia.
“Sebab, ukuran cinta bukan hanya apa yang keluar dari lisan. Cinta yang sebenarnya adalah ketika keteladanan Rasulullah mulai terlihat dalam kehidupan sehari-hari, dengan peduli agama, manusia, lingkungan hingga system,” urainya.
Pukul 11.40 WIB khotbah dimulai. Di awal khotbah, anggota pimpinan majelis pembinaan kader dan sumber daya (MPKSDI) Solo itu mengajak jamaah untuk bersyukur kepada Allah SWT. Karena masih diberikan kesempatan untuk menghadiri ibadah Jumat ini.
“Semoga Allah memberikan ridha-Nya terhadap ibadah Jumat yang kita lakukan di siang hari ini, diberikan tambahan berkah sehat fisik, rohani maupun ekonominya,” harapnya.
Selanjutnya dia berwasiat takwa kepada jamaah dengan takwa yang sebenar-benarnya. Dengan cara melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya.(Edwi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....