Kota Surakarta Jadi Lokasi Studi Pengelolaan Sampah Pangan FAO dan ICLEI

  • 21 Sep 2026 20:58 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kota Surakarta terpilih sebagai salah satu lokasi studi regional ICLEI (International Council for Local Environmental Initiatives) dan Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) terkait praktik pengelolaan susut dan sisa pangan atau food loss and waste (FLW). Studi yang berlangsung 21–23 September 2026 tersebut bertujuan mempelajari dan mendokumentasikan praktik pengelolaan sampah pangan dari tingkat sumber hingga tahap akhir.

Pada hari pertama, Senin 21 September 2026, tim ICLEI dan FAO diterima Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta, Urip Jatmiko, dan mengikuti audiensi serta Focus Group Discussion (FGD) bersama perangkat daerah dan organisasi masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan sampah pangan.

Surakarta menjadi salah satu kota percontohan di Asia dalam studi regional bertajuk “Praktik Terbaik Pengelolaan Sampah Makanan di Kota-Kota Asia: Analisis Regional”. Sejumlah praktik yang dipelajari meliputi penguatan jaringan bank sampah, pengomposan berbasis komunitas, pemanfaatan sampah organik melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), serta kegiatan berbagi pangan.

Kepala DLH Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho Adi, mengatakan pihaknya menyambut baik penunjukan Surakarta sebagai lokasi studi regional tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi motivasi sekaligus sarana evaluasi untuk memperkuat strategi pengelolaan sampah organik.

“Kami menyambut baik kehadiran tim ICLEI dan FAO. Penunjukan ini menjadi motivasi sekaligus sarana evaluasi bagi Pemkot Surakarta untuk terus memperkuat strategi pengelolaan sampah organik, mulai dari hulu hingga hilir,” katanya.

Sementara itu, pada hari pertama tim mengunjungi Pasar Gede dan Pasar Jebres untuk mengamati pengelolaan sampah pangan di pasar tradisional serta berdiskusi dengan pengelola pasar dan pedagang grosir. Kunjungan dilanjutkan ke bank sampah yang mengembangkan pemanfaatan sampah organik melalui budidaya maggot BSF.

Pada Selasa 22 September 2026, tim dijadwalkan mengunjungi Kelurahan Gajahan untuk melihat praktik pemilahan sampah organik dari sumbernya, yakni rumah tangga. Tim juga akan berdiskusi dengan Hotel Alila Solo mengenai pengelolaan timbulan sampah pangan, termasuk kegiatan food sharing melalui kerja sama dengan PMI.

Selain itu, tim akan bertemu Yayasan Gita Pertiwi untuk menggali peran masyarakat dalam pengelolaan sampah pangan. Pada Rabu (23/9), rangkaian studi dilanjutkan dengan peninjauan pengelolaan sampah pada tahap akhir di TPA dan fasilitas pengolahan sampah terpadu.

Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan evaluasi bersama di Kantor DLH Kota Surakarta. Keterlibatan pemerintah, masyarakat, komunitas, sektor swasta, hingga organisasi masyarakat sipil menjadi bagian dari praktik pengelolaan sampah pangan yang dipelajari dalam studi tersebut.

Hasil studi selanjutnya akan dipublikasikan dalam Kompendium Regional yang diharapkan menjadi bahan pembelajaran bagi kota-kota lain di Asia. Pemerintah Kota Surakarta juga berharap kegiatan ini dapat memperkuat praktik pengelolaan sampah pangan sekaligus menjadi ruang berbagi pengalaman melalui jejaring internasional. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....