Pelajar Sukoharjo Diajak Jadi Pelopor Keselamatan Lalu Lintas di Era AI
- 25 Agt 2026 21:31 WIB
- Surakarta
RRI. CO. ID, Sukoharjo - Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sukoharjo masih menjadi perhatian serius.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, tercatat 1.702 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 58 orang dan 2.053 korban luka ringan dengan kerugian materi mencapai Rp1,48 miliar.
Ironisnya, kalangan pelajar disebut menjadi salah satu kelompok yang mendominasi keterlibatan dalam kecelakaan lalu lintas.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Polres Sukoharjo untuk memperkuat edukasi keselamatan berlalu lintas sejak usia sekolah.
Hal itu disampaikan Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo saat membuka Seminar Keselamatan Berlalu Lintas Polres Sukoharjo 2026 di Auditorium Menara Wijaya, Senin 24 Agustus 2026.
Seminar mengangkat tema “Smart Mobility, Smart Technology: Membangun Pelajar yang Tertib Berlalu Lintas dan Beretika dalam Pemanfaatan Artificial Intelligence” dan diikuti sekitar 500 peserta dari SMA dan SMK se-Kabupaten Sukoharjo.
“Angka ini sangat memprihatinkan. Data menunjukkan rata-rata pelaku dan korban kecelakaan didominasi kalangan pelajar,” kata Kapolres.
Menurutnya, keselamatan berlalu lintas harus menjadi bagian dari karakter pelajar. Kepatuhan menggunakan helm standar, membawa kelengkapan berkendara, tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara, menghindari knalpot tidak standar, serta tidak melawan arus bukanlah bentuk pembatasan kebebasan.
“Semua itu adalah bentuk penghargaan terhadap nyawa sendiri dan orang lain,” tegasnya.

Kapolres juga mengingatkan pelajar agar memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendukung keselamatan. Aplikasi navigasi dapat digunakan untuk memilih rute yang lebih aman, sementara berbagai fitur keselamatan kendaraan perlu dimanfaatkan secara bijak.
Namun, kemajuan teknologi juga harus diimbangi etika. Termasuk dalam penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Jangan gunakan AI untuk membuat konten ugal-ugalan, menyebarkan hoaks kecelakaan, atau memprovokasi balap liar. Jadilah generasi yang menggunakan AI untuk membangun, bukan merusak,” pesannya.
Kapolres berharap para peserta tidak berhenti sebagai penerima materi. Mereka justru diminta menjadi pelopor keselamatan di lingkungan sekolah dan pergaulan masing-masing.
Sementara itu, Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mengapresiasi seminar yang dinilainya relevan dengan perkembangan teknologi dan tantangan generasi muda saat ini.
Menurutnya, konsep smart mobility tidak sekadar berkaitan dengan kendaraan canggih maupun sistem transportasi modern. Lebih jauh, konsep tersebut menyangkut bagaimana masyarakat menggunakan transportasi secara aman, tertib, efisien, bertanggung jawab, serta menghormati pengguna jalan lainnya.
“Kita harus mempersiapkan generasi muda, khususnya para pelajar Kabupaten Sukoharjo, yang bukan hanya smart secara teknologi, tetapi juga smart dalam bersikap dan mengambil keputusan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa jalan raya merupakan ruang bersama. Karena itu, setiap pengguna jalan tidak hanya bertanggung jawab terhadap keselamatan dirinya sendiri, tetapi juga keselamatan orang lain.

Eko Sapto juga menitipkan lima pesan kepada para pelajar. Pertama, menjadi pengguna AI yang cerdas dengan memanfaatkannya untuk belajar, berkreasi, dan mencari solusi. Kedua, menjadi pengguna AI yang kritis dengan selalu memeriksa dan memverifikasi informasi.
Ketiga, menggunakan AI secara beretika dan tidak memanfaatkannya untuk melakukan kecurangan, menyebarkan hoaks maupun melakukan perundungan. Keempat, menjadi pengguna jalan yang bertanggung jawab dengan mematuhi aturan keselamatan. Kelima, menjadi pelopor keselamatan di lingkungan masing-masing.
“Kalau melihat teman melakukan sesuatu yang berbahaya, jangan ikut-ikutan. Selalu berikan contoh yang baik di mana pun kalian berada,” pesannya.
Dia juga menambahkan, edukasi keselamatan lalu lintas merupakan investasi jangka panjang. Sebab, keselamatan generasi muda akan menentukan kualitas masyarakat Sukoharjo di masa mendatang.
Seminar tersebut menghadirkan Pakar Transportasi sekaligus Dosen UNS Ir. Budi Yulianto, S.T., MSc., Ph.D., Senopati Academy AKP Doohan Octa Prasetyo, S.Tr.K., S.I.K., Jasa Raharja Cabang Sukoharjo Arvian Riza Yudhawan, S.Sos., M.M., serta perwakilan Dinas Perhubungan Sukoharjo Cahyo Nugroho, A.Md.Tra.
Selain penyampaian materi dan sesi tanya jawab, kegiatan juga diisi penyerahan cinderamata kepada narasumber serta sertifikat secara simbolis kepada perwakilan sejumlah sekolah.
Melalui seminar tersebut, Polres Sukoharjo berharap kesadaran pelajar terhadap keselamatan berlalu lintas semakin kuat. Teknologi diharapkan tidak hanya membuat generasi muda semakin cerdas, tetapi juga semakin bijak, disiplin, dan bertanggung jawab ketika berada di jalan raya.
Dengan demikian, semangat smart mobility dan smart technology tidak berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar menjadi budaya baru untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Sukoharjo. ( Edwi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....