Tim Hibah Pengabdian UGM Dampingi Diversifikasi Jamur dan Singkong di Jatiyoso
- 17 Sep 2026 19:24 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Tim Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar bimbingan teknis pengolahan bakso jamur kuping dan singkong beku Jarak Towo di Dusun Kuryo, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Sabtu 12 September 2026. Langkah ini dilakukan guna mendorong diversifikasi produk lokal sekaligus memberdayakan ekonomi perempuan di wilayah lereng Pegunungan Lawu tersebut.
Dusun Kuryo sendiri memiliki potensi besar di sektor pertanian dengan lebih dari 50 petani yang menggantungkan mata pencaharian dari budidaya jamur kuping dan jamur tiram sejak tahun 2010. Namun, sektor ini masih menghadapi kendala ketergantungan pada penjualan segar serta minimnya pemanfaatan jamur sortir hasil panen.
Kepala Desa Wonorejo, Sularno, mengapresiasi kehadiran Tim Pengabdian UGM yang diketuai oleh Wahyu Dwi Saputra, Ph.D. Pelatihan yang didanai melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Skema Dasar ini diikuti oleh 15 kader PKK Dusun Kuryo.
"Meskipun mempunyai potensi yang sangat besar, sektor jamur di Dusun Kuryo masih menghadapi tantangan seperti ketergantungan petani pada penjualan jamur segar dan minimnya keterlibatan generasi muda," ujar Kepala Desa Wonorejo, Sularno, Rabu 12 September 2026.
Di kesempatan yang sama, Kepala Dusun Kuryo, Sukatno, mengungkapkan, jamur kuping hasil sortir biasanya kurang laku di pasaran dan sebatas dimanfaatkan untuk konsumsi pribadi. Hal senada disampaikan Ketua PKK Dusun Kuryo, Nanik Sumiyati, yang berharap pelatihan ini mampu menyerap tenaga kerja dari kalangan ibu rumah tangga.
"Program diversifikasi jamur kuping sangat diharapkan untuk menyerap dan memberdayakan tenaga kerja khususnya wanita di Dusun Kuryo yang secara umum menjadi ibu rumah tangga," kata Ketua PKK Dusun Kuryo, Nanik Sumiyati.
Dalam bimbingan teknis tersebut, akademisi UGM memaparkan materi komprehensif dari hilir ke hulu. Dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian UGM, Putrika Citta Pramesi, M.Sc., membekali peserta mengenai Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).
"Dengan penerapan CPPOB, diharapkan produk pangan yang dihasilkan adalah produk yang higienis, aman, dan konsisten mutunya serta terhindar dari risiko cemaran baik fisik, kimiawi, maupun mikrobiologis," ujar Putrika Citta Pramesi.
Selanjutnya, Dr. Lulum Leliana mengupas formulasi pembuatan bakso berbasis jamur kuping dan jamur tiram dengan campuran bawang lokal dan tepung aci. Lulum menyoroti pentingnya pemilihan bahan pengisi agar tekstur bakso jamur dapat mendekati tekstur bakso daging.
Sementara itu, Ketua Tim Hibah UGM, Wahyu Dwi Saputra, Ph.D., memberikan materi pengolahan singkong beku memanfaatkan varietas lokal Jarak Towo yang terkenal gurih dan lembut. Wahyu menekankan titik kritis pada proses pengukusan agar kualitas singkong tetap terjaga sebelum dibekukan.
"Alat hibah diharapkan dapat digunakan oleh kelompok PKK untuk percobaan secara mandiri sehingga diperoleh produk yang optimal. Nantinya alat tersebut dapat membantu lahirnya produk unggulan bakso jamur dan singkong frozen khas dari Dusun Kuryo yang menjadi lahan bisnis baru," kata Ketua Tim Hibah UGM, Wahyu Dwi Saputra, Ph.D.
Tidak hanya teori, peserta juga mempraktikkan langsung pembuatan bakso menggunakan mesin pencetak otomatis berkapasitas 5 kilogram hibah dari UGM, serta mempraktikkan proses pengukusan, pendinginan kejut, dan pengemasan vakum untuk singkong beku dengan pendampingan mahasiswa S2 ITP UGM.
Tim UGM memastikan pendampingan akan berlanjut secara berkala meliputi aspek pengemasan, penentuan harga jual, perizinan, hingga peluncuran produk guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....