FT UMS Latih Penyandang Disabilitas Klaten Produksi dan Pemasaran Batik Ciprat
- 02 Sep 2026 21:00 WIB
- Surakarta
RRI. CO. ID, Surakarta - Tim dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama Paguyuban Penyandang Disabilitas Klaten (PPDK).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UMS dalam mendorong penguatan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui pengembangan produk kreatif dan strategi pemasaran.
Mengusung tema “Penguatan Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas pada PPDK melalui Diversifikasi Produk dan Strategi Pemasaran Batik Ciprat dan Shibori”, program ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing karya anggota PPDK.
Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara UMS dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Pelaksana kegiatan PkM, Dyah Widi Astuti, S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa penguasaan teknologi dan peralatan produksi perlu berjalan beriringan dengan kemampuan memasarkan produk.

“Penguasaan alat produksi dan strategi display pameran ini menjadi modal penting bagi PPDK untuk memperluas jangkauan pasar dan mencapai kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya, Rabu 02 September 2026.
Sebagai langkah konkret, tim dosen FT UMS menggelar workshop pemanfaatan alat bantu produksi dan pemasaran pada Jumat (28/8/2026) di Kantor PPDK, Klaten. Workshop tersebut berfokus pada transfer pengetahuan dan keterampilan teknis guna mendukung kemandirian anggota PPDK dalam proses produksi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan pengoperasian sejumlah peralatan produksi, mulai dari mesin jahit standar, mesin obras, hingga mesin jahit motif. Penguasaan alat tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat sekaligus meningkatkan kerapian proses pembuatan berbagai produk turunan dari kain batik.
Selain pelatihan produksi, tim FT UMS juga memberikan edukasi mengenai optimalisasi properti pameran. Materi tersebut mencakup penataan dan penggunaan display produk agar Batik Ciprat dan Shibori yang dihasilkan anggota PPDK dapat tampil lebih profesional, menarik perhatian konsumen, serta memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Melalui pendampingan tersebut, FT UMS berharap anggota PPDK tidak hanya mampu memproduksi kain Batik Ciprat dan Shibori dengan kualitas yang baik, tetapi juga dapat mengembangkannya menjadi beragam produk fashion maupun kriya yang memiliki daya saing di pasar.
Diversifikasi produk dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan nilai ekonomi karya penyandang disabilitas. Dengan keterampilan mengolah kain menjadi produk yang lebih beragam, peluang pemasaran diharapkan semakin terbuka.
Sebagai tindak lanjut, tim PkM FT UMS akan terus melakukan pendampingan produksi secara berkala. Pendampingan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan anggota PPDK dalam mengoptimalkan alat produksi sekaligus mengembangkan kualitas produk.
Dyah juga menyebut, rangkaian program ini ditargetkan bermuara pada keikutsertaan PPDK dalam berbagai ajang pameran UMKM lokal. Melalui kegiatan tersebut, anggota PPDK diharapkan dapat secara langsung menerapkan strategi display dan pemasaran yang telah dipelajari untuk menarik minat konsumen.
“Program Pengabdian kepada Masyarakat ini menjadi salah satu bentuk kontribusi FT UMS dalam mendorong pemberdayaan masyarakat yang inklusif. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas penyandang disabilitas, UMS berharap pengembangan keterampilan, inovasi produk, dan strategi pemasaran dapat membuka jalan menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” tegasnya. (Edwi/Rill)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....