Tim P2M FKG UMS Dampingi 2 Sekolah Aisyiyah Wujudkan UKS Sehat

  • 01 Sep 2026 20:09 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://ums.ac.id kembali melaksanakan program pendampingan manajemen Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di dua sekolah Aisyiyah, yakni KB/TK Aisyiyah Karangasem dan TK Aisyiyah Tunggulsari.

Program bertema "Model Pendampingan Manajemen Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) untuk Meningkatkan Kesiapan Stratifikasi Sekolah Sehat pada Sekolah Aisyiyah di Cabang Laweyan" ini digagas menyusul kebijakan Dinas Pendidikan yang mewajibkan penilaian sekolah berbasis UKS sehat.

Ketua tim P2M, Dr. drg. Ana Riolina, MPH, menjelaskan pemilihan tema pendampingan ini dilatarbelakangi kebutuhan sekolah untuk mempersiapkan diri memenuhi standar tersebut.

"Untuk sekolah dengan UKS Sehat itu terdapat empat komponen dengan sekitar empat puluhan indikator," jelasnya pada Selasa, 01 September 2026

Ana menambahkan, sebelum program pendampingan dimulai, capaian indikator di sekolah-sekolah dampingan baru berkisar 30 persen dari total indikator yang ditetapkan. Setelah program berjalan, capaian tersebut meningkat hingga 90 persen.

Pemberian buku edukasi oleh Ketua Pelaksana Dr. drg. Ana Riolina, MPH., dan anggota tim Drg. Reisca Tiara Hardiyani, MDSc., kepada KB/TK Aisyiyah Tunggulsari

"Kami menilai sebelum kegiatan pengabdian ini, hanya ada sekitar 30 persen indikator yang terpenuhi oleh sekolah. Dan dengan kegiatan P2M ini, kesiapan sekolah dalam menyiapkan UKS Sehat menjadi sekitar 90 persen terpenuhi," ujarnya.

Menurutnya, sisa indikator yang belum terpenuhi berkaitan dengan dokumen kerja sama dengan pihak-pihak terkait, yang penyelesaiannya dapat dilakukan langsung oleh pihak sekolah.

Di KB/TK Aisyiyah Karangasem, 11-13 Agustus 2026, salah satu guru, Dina Silvia Sari menyampaikan pendampingan ini berdampak langsung pada cara mengajar di kelas.

"Anak-anak tidak lagi asal mencuci tangan dengan air saja, tetapi harus menggunakan sabun. Gosok gigi juga tidak hanya pagi hari, tapi juga rutin setelah selesai makan," ujarnya.

Sementara itu pendampingan di TK Aisyiyah Tunggulsari yang telah terlaksana pada tanggal 18-20 Agustus 2026, Kepala Sekolah Dwiyatun, S.Pd., menjelaskan pendampingan yang diberikan tim UMS memberikan banyak manfaat bagi kemajuan pendidikan di sekolahnya. Ia menyebut ilmu yang dibagikan selama kegiatan berlangsung menjadi bekal penting bagi para guru dalam menjalankan tugas sehari-hari.

"Alhamdulillah, banyak sekali yang kami terima, terutama ilmu yang diberikan kepada kami. Sangat bermanfaat untuk kemajuan dari pendidikan yang ada," jelasnya.

Pemberian poster edukasi oleh Ketua Pelaksana Dr. drg. Ana Riolina, MPH., dan anggota tim Drg. Reisca Tiara Hardiyani, MDSc., kepada KB/TK Aisyiyah Karangasem

Menurutnya, sejumlah kebiasaan baik yang selama ini belum diterapkan di sekolah akan mulai dijalankan menyusul pendampingan ini. Selain penguatan pengetahuan, tim P2M juga menyerahkan sejumlah kebutuhan penunjang kegiatan sekolah sehat yang sebelumnya belum dimiliki TK Aisyiyah Tunggulsari.

Dwiyatun, mewakili para guru TK Aisyiyah Tunggulsari, turut menyampaikan terima kasih kepada tim pengabdian P2M atas seluruh dukungan yang diberikan. Ia berharap program pendampingan UKS ini dapat terus berlanjut sehingga ilmu yang ditanamkan tetap melekat pada anak didik meski telah lulus dari sekolah tersebut.

Anggota tim P2M, drg. Reisca Tiara Hardiyani, MDSc, memaparkan sejumlah pokok Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) yang diterapkan pada sekolah-sekolah dampingan program ini. Di antaranya pemberantasan sarang nyamuk dengan metode 3M (menguras, menutup, dan mendaur ulang), penerapan toilet bersih, kawasan bebas asap rokok, pemantauan berat dan tinggi badan siswa secara berkala, serta penyediaan jajanan sehat oleh pihak sekolah.

"Agar program ini bisa berkelanjutan harus dimulai dari diri sendiri. Perlu dikenalkan dulu perilaku hidup bersih sehat, kemudian kesadaran dari individu untuk membentuk perilaku sehat, sehingga nantinya dapat terbentuk lingkungan sekolah yang sehat," ujarnya.

Reisca berharap sekolah-sekolah Aisyiyah lain juga dapat memperoleh pendampingan serupa agar dapat menciptakan lingkungan sekolah yang sehat secara merata. (Edwi/Rill)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....