97 Mahasiswa Profesi Ners UMS Angkatan ke-31 Diambil Sumpah

  • 16 Sep 2026 21:02 WIB
  •  Surakarta

RRI. CO. ID, Surakarta - Sebanyak 97 mahasiswa Program Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://ums.ac.id resmi menyandang gelar Ners setelah mengikuti upacara pengambilan sumpah profesi, Rabu 16 September 2026 di Al Azhar Azhima Solo Hotel.

Seluruh lulusan angkatan ke-31 tersebut dinyatakan lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Bidang Kesehatan (UKOM) melalui Computer Based Test (CBT) dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE).

Pengambilan sumpah profesi dipimpin Dekan FIK UMS, Prof. Dr. Umi Budi Rahayu, S.Fis., Ftr., M.Kes., didampingi rohaniawan. Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan naskah sumpah, penyematan pin, dan pemasangan slempang kepada para lulusan.

Ketua Program Profesi Ners UMS, Kartinah, S.Kep., Ns., M.P.H., dalam laporan pendidikannya menyampaikan bahwa para lulusan telah menyelesaikan 36 SKS yang seluruhnya merupakan praktik klinik di rumah sakit dan berbagai pusat pelayanan kesehatan.

“Alhamdulillah, 100% mahasiswa Profesi Ners Angkatan 31 ini lulus UKOM CBT dan OSCE,” ungkapnya.

Berdasarkan Surat Keputusan Komite Nasional Uji Kompetensi Mahasiswa Bidang Kesehatan Periode 3 Tahun 2026 Nomor 150/PIM-Adhoc.UKOMNAS.Kep/VIII/2026 tanggal 4 Agustus 2026, seluruh mahasiswa angkatan tersebut dinyatakan lulus uji kompetensi. Sementara itu, rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) selama praktik profesi mencapai 3,74, dengan IPK tertinggi 4,00.

Kartinah menambahkan, jumlah alumni Program Profesi Ners FIK UMS hingga saat ini telah mencapai 1.901 orang. Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan pendidikan keperawatan UMS dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang kompeten dan berintegritas.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula bahwa Program Studi Ners UMS berhasil mempertahankan predikat akreditasi Unggul untuk lima tahun ke depan. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) Nomor 053/LAM-PTKes/Akr/Pro/VIII/2026.

Kartinah menyampaikan apresiasi kepada orang tua mahasiswa, rumah sakit umum dan rumah sakit jiwa, institusi pelayanan kesehatan di wilayah Solo Raya, Dinas Kesehatan dan Puskesmas wilayah Kabupaten Sukoharjo, serta seluruh pihak yang telah mendukung proses pendidikan dan praktik klinik mahasiswa.

Pemasangan Slempang oleh Dekan FIK UMS, Prof. Dr. Umi Budi Rahayu, S.Fis., Ftr., M.Kes

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Jawa Tengah, Puguh Widiyanto, S.Kp., M.Kep., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para lulusan. Ia mengajak para Ners menjadikan pengambilan sumpah profesi sebagai titik awal untuk memulai pengabdian dan kerja nyata.

Puguh menekankan pentingnya peran perawat dalam memberikan dukungan kepada pasien, bukan hanya melalui keterampilan profesional, tetapi juga melalui kehangatan, empati, dan semangat kemanusiaan. Menurutnya, kemajuan teknologi tidak menghilangkan peran penting perawat dalam mendampingi pasien yang sedang menghadapi kondisi sulit.

“Perawat memiliki peran penting dalam meningkatkan semangat hidup pasien. Meskipun teknologi makin canggih, profesi ini tidak bisa digantikan oleh robot,” tuturnya.

Selain itu, Puguh mengingatkan para lulusan untuk menjaga profesionalisme dan etika dalam menjalankan tugas. Ia menegaskan bahwa setiap tindakan pelayanan kesehatan perlu dilaksanakan dengan memperhatikan tanggung jawab profesi dan kode etik keperawatan.

“Jaga profesionalisme dan jaga etika. Jadikan keduanya sebagai pedoman dalam melaksanakan praktik keperawatan,” pesannya.

Perwakilan mahasiswa, Ardito Dicky Pilang Gusbriananda, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para dosen, orang tua, serta almamater UMS. Ia mengatakan bahwa perjalanan pendidikan profesi Ners telah memberikan pengalaman berharga, mulai dari tugas akademik, praktikum, hingga praktik klinik yang menguras tenaga dan pikiran.

Laporan Pendidikan Ketua Program Profesi Ners UMS, Kartinah, S.Kep., Ns., M.P.H

Menurutnya, pendidikan profesi tidak hanya mengajarkan teori dan keterampilan, tetapi juga membentuk pemahaman bahwa pasien merupakan manusia yang membutuhkan perhatian, kehadiran, dan pelayanan yang tulus.

“Sumpah profesi yang baru saja kita ucapkan bukan sekadar rangkaian kata, tetapi janji yang akan kita bawa ke mana pun kita bekerja,” ungkapnya.

Ardito berharap para lulusan dapat menjadi Ners yang tidak hanya terampil dalam melakukan tindakan keperawatan, tetapi juga memiliki ketulusan hati dalam melayani pasien dan masyarakat.

Sementara itu, perwakilan orang tua, Sigit Budi Raharjo, ayahanda dari Qonita Huwaida, mengungkapkan rasa haru, bangga, dan syukur atas keberhasilan para mahasiswa menyelesaikan pendidikan profesi Ners. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh civitas academica UMS yang telah membimbing dan mendampingi mahasiswa selama menjalani pendidikan.

Ia berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga amanah profesi, nama baik almamater, serta terus meningkatkan kompetensi untuk menjadi tenaga kesehatan yang adaptif, inovatif, dan profesional.

“Jadilah perawat yang tidak hanya bekerja dengan tangan dan keahlian, tetapi bekerjalah dengan hati dan keikhlasan,” pesannya.

Upacara pengambilan sumpah profesi Ners Angkatan ke-31 ditutup dengan doa dan harapan agar seluruh lulusan dapat segera mendarmabaktikan ilmu yang diperoleh kepada keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. (Edwi/Rill)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....