Loyalitas Kunci Memajukan Pendidikan Muhammadiyah
- 16 Sep 2026 21:03 WIB
- Surakarta
RRI. CO. ID, Surakarta - Loyalitas menjadi salah satu kunci dalam membangun pendidikan yang berkemajuan dan mencerahkan.
Nilai itu tidak cukup diwujudkan melalui slogan, tetapi perlu diimplementasikan dalam habituasi berupa kebiasaan positif, kedisiplinan, penguatan keagamaan, dan keterlibatan seluruh warga sekolah.
Hal tersebut disampaikan Humas SD Muhammadiyah 1 Surakarta, Dwi Jatmiko, dalam program Dinamika Pendidikan di Radio Mentari FM, Rabu 16 September 2026.
Siaran berlangsung di Studio Radio Mentari FM pukul 13.30–14.20 WIB dengan mengangkat bertajuk “Manajemen Amal Usaha Muhamamdiyah.”
Jatmiko menjelaskan, loyalitas dalam lingkungan pendidikan merupakan bagian dari upaya menjaga amanah dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan sekolah.
Guru, siswa, keluarga, dan seluruh warga sekolah memiliki peran masing-masing dalam membangun budaya pendidikan yang unggul dan positif.
“Loyalitas bukan sekadar bertahan di sebuah lembaga. Loyalitas harus diwujudkan dalam tindakan nyata, kedisiplinan, kebersamaan, dan kesediaan memberikan yang terbaik,” ujar Jatmiko.
Menurut dia, nilai tersebut memiliki landasan keagamaan yang kuat, seperti dalam QS An-Nahl ayat 97 menegaskan bahwa orang beriman yang mengerjakan kebajikan akan memperoleh kehidupan yang baik serta balasan atas amal yang dikerjakannya.
Implementasi nilai itu, lanjut guru Pendidikan Agama Islam Kelas 3 itu, dilakukan melalui berbagai kegiatan pembiasaan di sekolah yang berdiri sejak 1935 ini.
Di antaranya Baitul Arqam, pengajian Jumat malam, pengajian keluarga, serta apel pagi yang dimulai pukul 06.45 WIB.
Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga membangun kedisiplinan dan rasa hanadarbeni yaitu dengan memiliki terhadap sekolah.
“Kalau kebiasaan baik dilakukan secara konsisten, lama-kelamaan akan menjadi budaya. Dari budaya itulah karakter warga sekolah terbentuk,” katanya.
Dia menambahkan, kemajuan pendidikan membutuhkan kerja bersama. Sekolah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan guru, siswa, orang tua, dan masyarakat.
Karena itu, loyalitas perlu ditempatkan sebagai komitmen bersama untuk menjaga kualitas pendidikan, bukan sekadar keterikatan kepada sebuah lembaga.
“Memajukan pendidikan adalah kerja bersama. Semua harus mengambil peran sesuai tanggung jawabnya. Kemajuan Pendidikan Muhammadiyah diorkestra pemimpin yang melalui penjenjangan perkaderan yang sangat disiplin dan sangat sistematis bukan tergantung sinten,” tandasnya. (Edwi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....