Guru-Karyawan SD Muh 1 dan SMP PKBS Didorong Perkuat Profesionalisme
- 05 Sep 2026 21:00 WIB
- Surakarta
RRI. CO. ID , Surakarta – Profesionalisme guru tidak cukup dibangun melalui kemampuan mengajar di ruang kelas.
Komitmen terhadap sekolah, kebersamaan, dan persyarikatan juga menjadi bagian penting.
Hal itu terungkap dalam kegiatan supervisi dan pembinaan dinas kepala sekolah bagi guru dan karyawan SD Muhammadiyah 1 Ketelan dan SMP Muhammadiyah PKBS Surakarta, Sabtu 05 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di SMP Muhammadiyah PKBS Surakarta itu diawali olahraga bersama. Guru dan karyawan mengenakan seragam olahraga. Agenda berlangsung pukul 06.00 hingga 10.00 WIB.
Setelah olahraga, kegiatan dilanjutkan dengan supervisi dan pembinaan dinas kepala sekolah. Pembinaan diarahkan untuk memperkuat profesionalisme sekaligus membangun kesadaran bahwa sekolah merupakan bagian dari Persyarikatan Muhammadiyah.
“Jangan pernah melubangi kapal sendiri. Sebab, kalau kita melubangi kapal sendiri, yang akan celaka bukan hanya kita, tetapi kita semua bisa tenggelam,” ujar Kepala Sekolah Sri Sayekti dalam pembinaan tersebut.
Dia menambahkan melalui perumpamaan sumur, guru karyawan ibarat sumur yang digunakan bersama untuk menimba air.
Karena itu, sumur tersebut harus dijaga, bukan justru dikotori. “Jangan pula mengotori sumur tempat bersama kita menimba air dan meminumnya. Kalau sumur kita kotor, bukan hanya yang mengotori yang terkena dampaknya. Kita semua bisa meminum air yang kotor,” imbuhnya.

Guru dan karyawan juga diingatkan untuk tidak menggigit lengan orang yang pernah menolong.
“Pentingnya menjaga etika, loyalitas, dan hubungan baik di lingkungan sekolah,” pesannya.
Sekolah, bukan milik pribadi, melainkan milik Persyarikatan Muhammadiyah. Karena itu, keterlibatan guru dan karyawan dalam kegiatan Muhammadiyah dinilai menjadi bagian dari tanggung jawab bersama.
Bentuknya tidak hanya bekerja di sekolah. Guru dan karyawan didorong aktif mengikuti pengajian persyarikatan, termasuk pengajian keluarga dan kegiatan dakwah.
“Salah satunya dengan memenuhi undangan pengajian yang diselenggarakan Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas PDM Kota Surakarta, seperti kegiatan Pengajian Jumat keempat yang sebelumnya diikuti,” urainya.
Ke depan, pembinaan keagamaan juga akan diperkuat melalui rencana pengajian Aisyiyah dengan menghadirkan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA).
Langkah tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Profesionalisme guru, kekompakan karyawan, dan komitmen terhadap persyarikatan diharapkan berjalan dalam satu tarikan napas.
“Menjaga sekolah tetap sehat, solid, dan terus berkembang,” pungkasnya. (Edwi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....