Viral Aksi Tak Senonoh Sejoli di Taman Edupark Gemolong, Camat Akui Kecolongan
- 15 Sep 2026 16:39 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN — Jagat media sosial di Kabupaten Sragen beberapa hari terakhir digemparkan sebuah video yang memperlihatkan aksi tidak senonoh sejoli muda-mudi di kawasan Taman Edupark Gemolong, Kabupaten Sragen. Dalam rekaman video yang viral tersebut, sepasang sejoli terlihat asyik berciuman tanpa canggung meski area taman sedang dikunjungi masyarakat umum.
Peristiwa tersebut memantik keprihatinan dan perhatian publik. Menyikapi hal itu, Camat Gemolong, Nugroho Dwi Wibowo, mengonfirmasi bahwa insiden bermesraan hingga berbuat tak pantas di fasilitas umum tersebut bukan kali pertama terjadi.
Menurutnya, kejadian serupa diperkirakan sudah dua kali terjadi di lokasi yang sama. "Terus terang ya kita kecolongan lah kalau itu. Intinya kita sudah siagakan teman-teman agar jangan sampai ada hal seperti itu lagi, bikin malu," ujar Nugroho saat dikonfirmasi wartawan, Selasa 15 September.
Nugroho menjelaskan, salah satu kendala utama dalam penanganan dan pengelolaan Taman Edupark Gemolong adalah pembagian kewenangan. Pengelolaan aset dan pengamanan taman sejatinya berada di bawah naungan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sragen.
"Kesulitan kita di situ, kewenangan taman kan ada di Dinas Perkim. Petugas dari sana memang ada yang menjaga kalau pagi di area depan, tapi untuk pengawasan di area belakang memang belum maksimal," ujar Nugroho.
Ia menambahkan, posisi taman yang luas serta rimbun membuat sejumlah titik di area belakang, terutama dekat pintu samping, menjadi tidak terkontrol dan kerap dimanfaatkan oknum warga atau remaja untuk berbuat hal yang tidak pantas.
"Apalagi pintu samping itu tidak terkontrol. Kalau masuk lewat pintu depan biasanya ramai warga mancing atau anak-anak melukis. Kejadiannya kebanyakan di area belakang yang mendekati jalan atau belakang warung," katanya menjelaskan.
Selain itu, belum tersedianya fasilitas Closed Circuit Television (CCTV) di area taman juga membuat pemantauan pergerakan pengunjung yang berniat buruk menjadi semakin sulit. Saat ini, pihak kecamatan bersama paguyuban lokal masih berupaya mengidentifikasi identitas sepasang muda-mudi dalam video viral tersebut.
Guna mencegah terulang kembali kejadian serupa, pihak Kecamatan Gemolong mendorong adanya langkah preventif yang lebih tegas. Pihaknya meminta pengawasan di kawasan taman diintensifkan, termasuk pengusulan pemasangan papan petunjuk atau banner larangan berbuat tindakan tak senonoh di lokasi taman.
Nugroho juga membuka ruang kolaborasi antara Dinas Perkim, pihak Kecamatan, serta Pokmas/Paguyuban Masyarakat Gemolong Asri yang selama ini aktif mengelola kegiatan masyarakat di sekitar taman.
"Di depan Taman Edupark itu ada Paguyuban Masyarakat Gemolong Asri. Kita sebenarnya siap kalau diajak kolaborasi untuk membantu pengawasan, petugas keamanan, maupun pengaturan parkir. Tamannya luas dan rimbun, sebenarnya sangat sejuk dan bagus untuk aktivitas positif masyarakat serta anak-anak sekolah," katanya. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....