Dua Warga Solo Tercatat sebagai Penumpang Kapal Virgo Transport 8

  • 14 Sep 2026 16:35 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Dua warga Kota Surakarta tercatat dalam daftar penumpang Kapal Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa saat perjalanan menuju Banjarmasin, Minggu 13 September 2026. Keduanya yakni Ahda Dhiyaurohhman, 18 tahun, warga Gandekan, dan Aldo Nurahmansya, 19 tahun, warga Kepatihan Wetan.

Data daftar penumpang yang diterima RRI mencatat Ahda Dhiyaurohhman beralamat di Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Sementara Aldo Nurahmansya tercatat beralamat di Kelurahan Kepatihan Wetan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.

Ketua RT 06 RW 01 Kelurahan Kepatihan Wetan, Suyono, mengatakan Aldo merupakan keponakannya dan secara administrasi kependudukan tercatat sebagai warga Kepatihan Wetan. Namun, dalam kesehariannya Aldo tinggal bersama ibunya di Kelurahan Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.

“Sesuai dengan kependudukan KTP maupun KK, ikut saya Suyono, alamat di Kelurahan Kepatihan Wetan, RT 06 RW 01. Cuma domisilinya sampai saat ini ikut orang tua,” katanya saat ditemui di Kantor Kelurahan Kepatihan Wetan, Senin 14 September 2026.

Suyono menuturkan, Aldo berangkat dari Semarang menuju Banjarmasin untuk mencari pekerjaan di Kalimantan. “Dari Semarang Kamis sore. Jumat pagi berangkat. Mau ke Kalimantan, mau cari kerja di Kalimantan, dan kapal menuju Banjarmasin,” kata Suyono.

Suyono mengatakan keluarga masih berupaya mendapatkan informasi mengenai keberadaan Aldo melalui kerabat di Banjarmasin dan pihak terkait. Berdasarkan informasi yang diterimanya, nama Aldo tercantum dalam daftar penumpang, tetapi hingga kini belum ditemukan.

“Nama keponakan dalam hal ini Aldo ada di daftar penumpang. Cuma untuk yang bersangkutan sampai saat ini belum ada, belum ketemu. Sebagian sudah ada yang ketemu, sebagian belum ada yang ketemu, salah satunya Aldo tersebut,” ucap Suyono.

Sementara itu, Lurah Gandekan, Sugeng, mengatakan Ahda secara administrasi kependudukan tercatat sebagai warga Gandekan. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, Ahda berdomisili di kawasan Palur.

“Ternyata memang dia itu secara kependudukan memang alamatnya di penjalan RT 1 RW 4. Kalau KTP KK-nya tercatat Gandekan. Tapi kesehariannya itu di Palur,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Dikatakan Sugeng, rumah tersebut merupakan rumah keluarga atau kerabat korban. Pihak kelurahan telah mengonfirmasi alamat tersebut dengan menugaskan petugas Linmas untuk mendatangi lokasi.

Ahda disebut berusia sekitar 18 tahun dan berada dalam perjalanan menuju Banjarmasin dalam rangka pekerjaan. “Sekitar kemarin dari satu dua hari yang lalu itu kan dia berangkat untuk perjalanan ke Banjarmasin. Dari Semarang ke Banjarmasin,” kata Sugeng. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....