Transid Aktivasi Perpustakaan Kampung, Ajak Volunteer Turun ke Warga

  • 14 Sep 2026 14:57 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Komunitas Transid mengaktivasi perpustakaan kampung dan taman cerdas se-Kota Surakarta melalui program literasi yang melibatkan ratusan volunteer. Program bertajuk Urun Rembug #7 tersebut digelar di Pendopo Lodji Gandrung, Sabtu 12 September 2026.

Kegiatan diikuti 220 volunteer dan 35 peserta magang dari berbagai perguruan tinggi. Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi menyerahkan naskah nota kesepahaman (MoU) secara simbolis kepada Founder Transid, Mohammad Taufiq Hasan.

Kerja sama Pemkot Surakarta dan Transid menjadi payung kolaborasi untuk mengoptimalkan perpustakaan kampung dan taman cerdas sebagai ruang literasi masyarakat. Kolaborasi tersebut juga mendorong keterlibatan anak muda dalam kegiatan literasi di tingkat kampung.

Respati meminta volunteer tidak hanya menjalankan kegiatan di perpustakaan, tetapi juga turun langsung dan berbaur dengan masyarakat. Volunteer diharapkan memahami kondisi warga sekaligus ikut membangun minat baca anak-anak di kampung.

“Teman-teman yang mengikuti pelatihan ini bisa turun ke kampung-kampung, ngobrol dengan warga yang ada di masyarakat, memahami serta merasakan langsung kondisi mereka,” kata Respati.

Menurut Respati, keberadaan volunteer di kampung harus memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar menjalankan kegiatan. Ia berharap keterlibatan anak muda dapat membantu menumbuhkan budaya literasi masyarakat.

“Bukan hanya sekadar mengaktivasi sebuah kegiatan, tetapi juga bagaimana menyadarkan dan menumbuhkan minat baca anak-anak di kampung-kampung,” ujarnya.

Respati menilai kampung memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi muda dengan kapasitas dan kemampuan yang luar biasa. Karena itu, anak muda dari kampung diharapkan ikut menjadi bagian dalam upaya membangun kembali budaya literasi.

“Saya yakin, generasi yang tumbuh dan memiliki kapasitas luar biasa itu banyak muncul dari kampung-kampung. Anak-anak muda dari kampung memiliki potensi yang besar,” katanya.

Sementara itu, Transid menyiapkan 35 peserta magang dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya UIN Raden Mas Said Surakarta, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Para peserta akan ditempatkan di 10 perpustakaan kampung untuk berkolaborasi dengan pengurus dan volunteer.

Founder Transid Mohammad Taufiq Hasan mengatakan program yang disiapkan salah satunya adalah Ruang Bercerita. Program tersebut memberikan ruang interaksi bagi anak-anak untuk membaca, bercerita, dan mengekspresikan gagasan, serta dilengkapi kegiatan pameran karya dan voluntrip.

Setelah pengenalan program, kegiatan dilanjutkan dengan focus group discussion (FGD) antara volunteer dan pengurus perpustakaan kampung. Diskusi tersebut membahas modul Ruang Bercerita sekaligus membantu volunteer mengenali karakteristik dan kebutuhan masyarakat di lokasi pendampingan. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....