Kenapa Cowok Sering Dianggap Lebih “Lebay” saat Demam?

  • 14 Sep 2026 13:49 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Fenomena cowok yang dianggap lebih “lebay” ketika sedang sakit, khususnya saat mengalami demam, kembali menjadi bahan candaan di media sosial. Unggahan dengan narasi “alasan cowok kalau lagi sakit demam biasanya lebay dan manja berlebihan” menunjukkan bagaimana perilaku tersebut kerap dianggap sebagai fenomena yang menghibur sekaligus relatable bagi banyak orang.

Dilansir dari Cleveland Clinic (2024), demam merupakan respons alami tubuh terhadap penyakit atau infeksi. Kondisi tersebut dapat disertai berbagai keluhan seperti tubuh terasa lemas, menggigil, berkeringat, sakit kepala, hingga kehilangan energi sehingga seseorang cenderung lebih banyak beristirahat.

Meski demikian, anggapan bahwa cowok lebih berlebihan ketika sakit tidak dapat dijadikan sebagai fakta medis. Respons seseorang terhadap rasa sakit dapat berbeda-beda, dan sejumlah faktor seperti kondisi tubuh, tingkat kelelahan, pengalaman sebelumnya, serta kondisi psikologis dapat memengaruhi bagaimana seseorang merasakan dan menunjukkan keluhan saat sakit.

Sementara itu, istilah “man flu” sering digunakan dalam budaya populer untuk menggambarkan anggapan bahwa pria mengalami gejala flu atau penyakit ringan secara lebih dramatis dibandingkan perempuan. Dilansir dari Harvard Health Publishing (2020), perbedaan respons terhadap penyakit antara pria dan perempuan memang menjadi topik penelitian, tetapi bukti yang ada belum cukup untuk menyimpulkan bahwa pria secara umum pasti mengalami penyakit ringan dengan gejala yang lebih berat.

Di media sosial, fenomena tersebut kemudian berkembang menjadi bahan humor. Cowok yang sehari-hari terlihat aktif dan jarang mengeluh bisa berubah menjadi lebih banyak tidur, meminta perhatian, atau mengeluhkan kondisi tubuhnya ketika sedang demam sehingga perubahan perilaku tersebut terlihat lebih mencolok bagi orang-orang di sekitarnya.

Namun, di balik candaan tersebut, demam tetap perlu diperhatikan sebagai tanda bahwa tubuh sedang merespons suatu kondisi tertentu. Menurut Mayo Clinic (2025), seseorang sebaiknya memperhatikan kondisi demam dan gejala lain yang menyertainya, terutama apabila demam berlangsung lama, semakin tinggi, atau disertai gejala yang mengkhawatirkan.

Dengan demikian, anggapan bahwa “cowok kalau demam pasti lebay” lebih tepat dipandang sebagai fenomena sosial dan bahan candaan, bukan sebuah fakta bahwa semua pria memiliki respons yang sama terhadap sakit. Pada akhirnya, siapa pun yang sedang demam tetap membutuhkan istirahat dan perhatian yang cukup . (Angga/ Mahasiswa magang D3 Inggris UNS)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....