Antusias Warga Tinggi, Layanan Mba Desi Manis Layani Ratusan Orang

  • 13 Sep 2026 12:26 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Lebih dari 100 warga memanfaatkan layanan Mobile Bantuan Aktivasi IKD dan Desil (Mba Desi Manis) di Kota Surakarta sejak layanan tersebut mulai digelar pada 6 September 2026. Layanan dibuka di Car Free Day (CFD) serta lima titik pelayanan yang tersebar di masing-masing kecamatan.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Surakarta, Haris Febriyanti Firdaus, mengatakan antusiasme masyarakat cukup tinggi, terutama saat layanan dibuka di CFD. Pada pelaksanaan pekan sebelumnya, jumlah warga yang datang mencapai lebih dari 50 hingga sekitar 100 orang.

Sementara pada pelaksanaan CFD Minggu, 13 September 2026, jumlah warga yang telah dilayani mencapai sekitar 30 orang dan masih terus bertambah. Selain CFD, layanan Mba Desi Manis juga dibuka setiap Senin hingga Jumat di lima titik pelayanan di kecamatan.

“Kalau yang hari Minggu kemarin itu cukup banyak. Antusias masyarakat cukup banyak sampai kurang lebih di atas 50, bahkan mungkin sampai 100. Kalau yang hari ini tadi saya cek terakhir tadi sudah 30-an. Tapi sudah bertambah, mungkin sampai 40,” ujar Haris.

Haris menyebut salah satu pelaksanaan layanan di wilayah Gilingan pada pekan sebelumnya bahkan mencatat 104 warga. Mereka datang untuk mengajukan pengecekan desil maupun keperluan terkait data bantuan sosial.

Menurut Haris, layanan tersebut mendapat perhatian masyarakat karena banyak warga ingin mengetahui posisi desil dalam data kesejahteraan. Selain pengecekan, warga juga memanfaatkan layanan untuk melakukan pembaruan data dan mengusulkan bantuan sosial.

Tingginya animo masyarakat juga terjadi setelah informasi mengenai desil ramai diperbincangkan. Haris mengatakan warga kemudian banyak mencari informasi mengenai desil serta bantuan sosial yang berkaitan dengan data tersebut.

Data desil sendiri bersifat dinamis dan mengalami pembaruan setiap tiga bulan. Haris menyebut perubahan data pada triwulan ketiga sempat cukup signifikan setelah dilakukan koreksi dan verifikasi ulang, namun kondisi data saat ini mulai terkoreksi kembali.

“Sebenarnya desil itu berubah setiap 3 bulan. Nah, kemarin di triwulan 3 ini karena ada input data yang akhirnya kemarin juga dikoreksi atau diverifikasi ulang oleh Kemensos itu sempat ada perubahan desil yang cukup signifikan,” ucapnya.

Haris mengimbau warga yang membutuhkan bantuan sosial untuk memastikan data mereka sesuai dengan kondisi sebenarnya. Sementara warga yang sudah mampu diharapkan mengajukan graduasi agar kuota bantuan dapat dimanfaatkan masyarakat yang lebih membutuhkan. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....