Awan Belum Mendukung, Modifikasi Cuaca TPA Putri Cempo Tertunda
- 09 Sep 2026 13:22 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Upaya modifikasi cuaca untuk membantu penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kota Surakarta, belum dilakukan pada Rabu 9 September 2026. Pelaksanaan modifikasi cuaca masih mempertimbangkan kondisi awan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala Pelaksana BPBD Kota Surakarta, Ari Dwi Daryatmo, mengatakan modifikasi cuaca sebelumnya direncanakan dilakukan pada Rabu. Namun, kondisi awan yang belum mendukung membuat pelaksanaannya belum dapat dilakukan.
“Untuk modifikasi cuaca hari ini kami dapat kabar, walaupun semalam kami sudah menyampaikan rencana hari ini, tetapi mungkin dengan pertimbangan awan yang belum bisa. Karena memang kita tidak tahu dari BMKG apakah bisa, ini belum hari ini. Tapi tetap diusahakan,” katanya.
Ari mengatakan, penanganan kebakaran saat ini terus dilakukan di Blok B setelah kebakaran di Blok C dan D1 dinyatakan terkendali. Sisi selatan dan barat Blok B juga telah dikondisikan, sementara petugas melanjutkan penanganan di area yang berbatasan dengan jaringan sutet hingga IPAL.
Pemantauan kondisi titik panas dilakukan menggunakan drone termal setiap hari. Drone diterbangkan sekitar pukul 09.00 WIB sebelum pelaksanaan operasi dan kembali digunakan sekitar pukul 17.00 WIB untuk membandingkan kondisi area kebakaran.
“Setiap hari kita memakai drone termal itu jam 09.00 pagi sebelum teman-teman melaksanakan rencana operasi. Kemudian jam 5 sore kita mengambil drone lagi, sehingga kita bisa membandingkan kedua jam tersebut,” ucapnya.
Selain pemantauan udara, BPBD juga melakukan pembukaan jalur dan pemetaan area di Blok B untuk mendukung proses pemadaman. BNPB memberikan bantuan tiga ekskavator, dengan dua unit telah tiba dan segera dioperasikan untuk membantu petugas menyisir area Blok B.
Menurut Ari, area yang terdampak kebakaran di Blok B diperkirakan sekitar 11 persen dari luasan yang telah dipetakan, yakni 3,92 hektare. Angka tersebut masih dapat bertambah karena proses penghitungan dan penanganan di lapangan masih berlangsung.
Ari menambahkan, penyebab kebakaran TPA Putri Cempo belum dapat dipastikan. Pemerintah masih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian, sementara tumpukan sampah lama disebut berpotensi menghasilkan gas metana dan terdapat material lain seperti plastik yang mudah terbakar. (Reza)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....