BNPB Bantu Tangani Kebakaran TPA Putri Cempo, Modifikasi Cuaca Siap Dilakukan

  • 08 Sep 2026 09:56 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Kota Surakarta memasuki hari keenam masa tanggap darurat pada Senin, 7 September 2026. Tim gabungan yang melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta DPUPR terus memaksimalkan strategi percepatan pemadaman, khususnya di area yang sulit terjangkau.

Dari total 17 hektar luas TPA Putri Cempo, sekitar 5,5 hektar tercatat sempat terbakar. Upaya intensif Satgas Darat sejauh ini telah berhasil memadamkan sekitar 1,5 hektar lahan, khususnya di Blok C. Namun, pemadaman penuh di Blok B masih terkendala akses medan yang berat serta masifnya sebaran titik api bawah permukaan (ground fire).

Untuk mengatasi hambatan tersebut, strategi yang diterapkan meliputi pembukaan jalur baru menggunakan alat berat, penebalan personel, hingga pengusulan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Direktur Penanganan Darurat Wilayah I, Deputi Penanganan Darurat BNPB, Agus Riyanto menjelaskan bahwa penanganan di Blok B membutuhkan penanganan khusus karena titik api tersebar merata di seluruh blok berdasarkan hasil pantauan drone thermal.

"Hari ini sampai hari keenam ini kita akan fokuskan ke Blok B Bravo. Karena Bravo ini terlihat secara termal maupun visual hampir seluruhnya. Artinya kita tidak bisa membagi sekat-sekat ataupun sektor-sektor, sehingga upaya ini adalah memaksimalkan pemadaman secara besar melalui alat berat kemudian disusuli dengan tim pemadaman," kata Agus Riyanto

Agus Riyanto menambahkan bahwa selain penebalan sumber daya di darat, opsi modifikasi cuaca juga tengah disiapkan dengan mengacu pada analisis BMKG.

"Tadi dari BMKG hadir, kita mencoba juga apakah dari udara ini bisa dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Infonya tanggal 8 sampai dengan 11 September 2026 ada potensi pertumbuhan awan cukup bagus, jadi bisa dioptimalkan. Tentu berdasarkan rekomendasi BMKG dan sedang kami sampaikan ke pimpinan atas untuk bisa di-approve," katanya menambahkan.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Surakarta, Ari Dwi Daryatmo, mengungkapkan bahwa akses masuk menuju sisi timur Blok B saat ini sama sekali tidak bisa dilalui, sehingga petugas harus membuka jalur penetrasi baru melalui Blok D.

"Blok B itu tidak bisa kita akses. Jadi, kita nanti akan buka jalan lewat Blok D pelan-pelan. Kita susuri, kita inject dengan alat berat juga. Pelan-pelan semoga bisa masuk ke sana. Karena kalau pakai alat berat kan bekonya berat, jadi harus benar-benar dipastikan aman untuk bisa melewati jalur itu," ucap Ari Dwi Daryatmo.

Selain fokus pada pembasahan dan penyisiran titik api, Ari juga memastikan percepatan penanganan infrastruktur terdampak di sekitar lokasi kebakaran, salah satunya jaringan listrik SUTET milik PLN.

"Sutet rencana dari PLN hari ini sudah akan dialiri aliran listrik kembali, karena kemarin sudah ada penggantian isolator yang kena kerak akibat kebakaran. Harapan kami fokus penanganan hari ini berjalan lancar dengan dukungan penuh bantuan alat berat DPUPR dan pasokan armada tangki," ucapnya menambahkan.

Tim gabungan menargetkan pemadaman total di seluruh area TPA Putri Cempo dapat rampung sepenuhnya dalam kurun waktu satu minggu ke depan. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....