Dari Panas Terik ke Hujan Lebat: Tetap Sehat di tengah Cuaca Ekstrem
- 29 Mar 2026 11:28 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Perubahan cuaca yang ekstrem, dari panas menyengat di siang hari hingga hujan deras secara tiba-tiba, menjadi fenomena yang semakin sering terjadi di Indonesia. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi ini merupakan bagian dari masa peralihan musim (pancaroba) yang dipengaruhi oleh berbagai faktor atmosfer global dan regional.
BMKG menyebut bahwa meskipun sebagian wilayah memasuki kemarau, potensi hujan lebat masih tetap tinggi di banyak daerah. Kondisi cuaca yang tidak menentu ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan.
Perubahan suhu dan kelembapan yang drastis dapat menurunkan daya tahan tubuh, sehingga virus, bakteri, dan jamur lebih mudah berkembang. Hal ini menyebabkan meningkatnya risiko penyakit seperti flu, infeksi saluran pernapasan, diare, hingga penyakit yang ditularkan melalui air dan nyamuk.
Untuk itu, menjaga kesehatan di tengah cuaca ekstrem menjadi hal yang sangat penting. Salah satu langkah utama yang direkomendasikan oleh berbagai sumber kesehatan pemerintah adalah menjaga daya tahan tubuh melalui pola makan bergizi.
Konsumsi makanan yang kaya vitamin dan mineral seperti sayur, buah, serta protein dapat membantu tubuh melawan infeksi. Selain itu, penting juga untuk membatasi konsumsi makanan tidak sehat seperti makanan tinggi gula dan lemak.
Selain asupan nutrisi, aktivitas fisik juga berperan besar dalam menjaga kebugaran. Olahraga secara rutin, setidaknya 150 menit per minggu, dapat meningkatkan sistem imun dan menjaga kondisi tubuh tetap optimal. Namun, masyarakat disarankan untuk menyesuaikan waktu olahraga, misalnya menghindari aktivitas berat saat panas terik di siang hari.
Kebutuhan cairan tubuh juga tidak boleh diabaikan. Cuaca panas menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat, sehingga penting untuk minum air putih secara cukup agar terhindar dari dehidrasi. Di sisi lain, saat hujan, menjaga kebersihan air dan lingkungan juga penting untuk mencegah penyakit yang berasal dari air tercemar.
Menukil dari Halodoc, para dokter juga menggarisbawahi tentang istirahat. Istirahat yang cukup menjadi faktor penting. Tidur selama 7–9 jam per malam membantu tubuh memulihkan energi dan memperkuat sistem kekebalan. Selain itu, menjaga kebersihan diri seperti rutin mencuci tangan dan menjaga lingkungan tetap bersih juga dapat mencegah penyebaran penyakit.
Terakhir, kesiapan menghadapi perubahan cuaca juga perlu diperhatikan. Menggunakan pakaian yang sesuai, membawa payung atau jas hujan, serta menghindari paparan langsung cuaca ekstrem merupakan langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan.
Secara keseluruhan, menghadapi cuaca ekstrem membutuhkan kombinasi antara kesadaran, pola hidup sehat, dan kewaspadaan terhadap lingkungan. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, masyarakat dapat tetap sehat dan produktif meskipun cuaca berubah secara drastis. (Nana Ernawati)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....