Pemkot Solo Prioritaskan BTT untuk Pemadaman TPA Putri Cempo
- 08 Sep 2026 17:30 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta memprioritaskan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan kebakaran di TPA Putri Cempo. Wali Kota Surakarta, Respati Ardi mengatakan, penggunaan BTT untuk bantuan warga terdampak masih dalam tahap pendataan.
Hal tersebut disampaikan menanggapi usulan DPRD Kota Surakarta agar BTT digunakan untuk membantu warga yang terdampak kebakaran TPA Putri Cempo. Pemkot saat ini masih mendata seluruh warga yang terdampak, termasuk masyarakat di wilayah sekitar yang terkena asap.
“Kami sedang mendata warga terdampak kesemuanya. Tentunya itu urgensi yang perlu kita pertimbangkan, tetapi hari ini kita fokuskan BTT ini untuk pemadaman,” ujar Respati saat ditemui di Loji Gandrung, Selasa 8 September 2026.
Menurut Respati, penggunaan APBD melalui BTT harus dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan skala prioritas. Penanganan kebencanaan menjadi salah satu kebutuhan yang diprioritaskan Pemkot Surakarta dalam penggunaan anggaran tersebut.
“Dalam menggunakan APBD BTT ini kita harus sangat berhati-hati karena kebencanaan ini tentunya prioritas. Nanti akan kita sampaikan masalah prioritas tersebut,” ujarnya.
Respati mengatakan, penanganan dampak kebakaran tidak hanya dilakukan di wilayah Kota Surakarta. Pemkot juga menyalurkan bantuan makanan, layanan medis, dan kebutuhan lainnya melalui BPBD kepada wilayah yang terdampak, termasuk kawasan di Kabupaten Karanganyar.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak, seluruh lembaga, banyak sekali yang sudah membantu makanan, medis dan kesemuanya. Ini sedang kita distribusikan tidak hanya di Solo, tapi kita distribusikan di wilayah-wilayah Karanganyar yang langsung terdampak melalui BPBD kami distribusikan segera,” katanya.
Terkait warga terdampak di wilayah Karanganyar, Respati mengatakan Pemkot Surakarta akan berkomunikasi dengan pemerintah desa setempat. Pemerintah desa nantinya akan membantu menyisir wilayah yang terdampak asap untuk memastikan kondisi masyarakat.
“Kita prioritaskan ya ke semuanya, yang terutama kita komunikasi dari Pemdes, desanya di sana. Itu dari Pemdes menyisir di desa-desa yang terlibat, yang terkena dampak asapnya,” ujar Respati.
Pemkot Surakarta masih melakukan pendataan terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran sebelum menentukan bentuk bantuan yang dapat diberikan. Sementara itu, penanganan kebakaran dan distribusi bantuan menjadi fokus penggunaan sumber daya pemerintah untuk merespons kondisi darurat tersebut. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....