Dampak Kebakaran TPA Putri Cempo, DPRD Solo Buka Peluang Kembalikan 7,5 Miliar

  • 07 Sep 2026 21:52 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – DPRD Kota Surakarta membuka peluang mengembalikan alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) dari sekitar Rp4,5 miliar menjadi Rp7,5 miliar untuk mengantisipasi kebutuhan penanganan bencana hingga akhir 2026. Wacana tersebut muncul setelah kebakaran melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres.

Ketua DPRD Kota Surakarta Budi Prasetyo mengatakan, sebelumnya alokasi BTT dalam pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) mengalami pengurangan karena penyesuaian kondisi fiskal daerah.

“Sekarang kita sedang membahas Raperda APBD Perubahan 2026. Kemarin pada saat KUPA, BTT kita kurangi. Dari Rp7,5 miliar kemudian menjadi sekitar Rp4,5 miliar,” jelas Budi, Senin, 7 September 2026.

Menurutnya, kondisi kebakaran TPA Putri Cempo menjadi salah satu pertimbangan untuk kembali memperkuat anggaran BTT. Anggaran tersebut dapat digunakan untuk mengantisipasi kebutuhan penanganan bencana maupun dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat.

“Nah, ini nanti mungkin wacana yang disampaikan Pak Sekda akan dikembalikan lagi menjadi Rp7,5 miliar untuk BTT. Jadi untuk antisipasi di sisa tahun anggaran perubahan ini, mudah-mudahan tidak ada bencana lagi. Tetapi apa pun kondisinya, ini perlu kita siapkan,” sambungnya.

Budi menyebut kebutuhan penanganan dampak kebakaran TPA Putri Cempo diperkirakan sekitar Rp2,3 miliar. Namun, DPRD masih akan melihat kebutuhan riil di lapangan dan melakukan penyesuaian dalam pembahasan Perubahan APBD 2026.

“Semoga bisa tercukupi. Kalau tidak, kita masih punya waktu untuk pembahasan Raperda APBD Perubahan. Nanti akan kita lihat. Kalau memang kebutuhannya kurang, akan kita kembalikan lagi,” terangnya.

Selain anggaran, DPRD juga menyoroti dampak kebakaran terhadap masyarakat di sekitar TPA Putri Cempo. Pendataan warga terdampak dinilai perlu dilakukan, termasuk masyarakat yang berada di luar wilayah administrasi Kota Surakarta.

“Beberapa dampaknya termasuk kaitannya dengan gangguan kesehatan. Nanti tentunya akan terdata, warga yang terdampak di sekitar Putri Cempo,” ujar Budi

Ia mengatakan, penanganan warga terdampak di wilayah sekitar Solo juga perlu dikoordinasikan lintas daerah. Hal ini karena dampak asap kebakaran turut dirasakan masyarakat di luar wilayah Kota Surakarta.

“Karena ternyata ada juga warga terdampak yang di luar Kota Solo. Saya kira ini bisa dikoordinasikan dengan teman-teman di sekitar Kota Solo,” ujarnya. (Ryan Assyidiqi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....