Duta Masta Punya Peran Penting dalam Kesuksesan Masta PMB UMS 2026
- 05 Sep 2026 23:18 WIB
- Surakarta
RRI. CO ID, Surakarta - Masa Ta’aruf Penerimaan Mahasiswa Baru (Masta PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://ums.ac.id yang dilaksanakan di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS, Kamis 03 September 2026 berlangsung meriah.
Dibalik kemeriahan tersebut, terdapat peran penting Duta Masta yang menjadi unsur suksesnya acara Masta PMB UMS 2026.
Kasubdit Talenta, Inovasi, dan Prestasi Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) UMS juga selaku penanggung jawab Duta Masta, Muhammad Al Fatih Hendrawan, S.T., M.T., menjelaskan bahwa keberadaan Duta Masta dirancang sebagai fasilitator yang menjembatani komunikasi antara pihak universitas dengan mahasiswa baru. Pemilihan mahasiswa sebagai Duta Masta bertujuan agar proses penyampaian informasi terasa lebih dekat dan fleksibel.
"Kenapa yang kita pilih mahasiswa, bukan dosen atau tenaga pendidik? Tentu karena bahasanya lebih mudah dipahami dan gaya komunikasinya lebih pas saat menyambut mahasiswa baru," ujarnya saat dimintai keterangan, Sabtu 05 September 2026.
Fatih menambahkan, persiapan para Duta Masta telah melalui proses seleksi ketat serta serangkaian pembekalan, baik secara daring maupun luring. Selain bertugas menyambut maba secara fisik di lokasi, Duta Masta juga memiliki peran krusial dalam mendampingi maba pada tahap daring melalui SPADA UMS.
"Peran krusial Duta Masta itu juga mengawal kelulusan maba. Mereka memantau dan membantu maba yang kendala di SPADA agar capaian kelulusan bisa terpenuhi. Harapan kami, melalui pengalaman mengelola sekitar 7.000 peserta ini, value dan soft skill Duta Masta semakin meningkat, serta kelulusan Masta PMB tahun ini bisa mencapai 100%," tegas Fatih.
Salah satu Duta Masta dari Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) UMS, Ummi Khaira Lathifa, membagikan pengalamannya selama menjadi Duta Masta kali ini. Ia menjelaskan bahwa tugas utama Duta Masta pada dasarnya menjadi pengarah, pembimbing, dan sumber informasi bagi para mahasiswa baru dalam menjalani serangkaian proses Masta PMB.
“Sebagian besar Duta Masta itu tugasnya mengkoordinasi, mengarahkan, dan menjawab berbagai pertanyaan yang mereka tanyakan,” ucap Thifa.

Thifa juga menyebutkan bahwasannya salah satu tugas paling krusial yang dimiliki oleh Duta Masta yakni memastikan para mahasiswa baru (maba) untuk login ke sistem SPADA UMS. Karena akses SPADA menjadi sangat penting sebagai bentuk komitmen dan konfirmasi keikutsertaan mahasiswa baru serta menjadi tempat pengumpulan penugasan selama Masta PMB berlangsung mulai dari Masta Universitas, Masta IMM, hingga Fakultaria.
Menanggapi berbagai macam pertanyaan unik maba, Thifa mengaku menjalaninya dengan rasa senang dan tanggung jawab. “Jujur awalnya kaget karena ditunjuk jadi Duta Masta. Campur aduk antara perasaan capek, seneng, bahagia. Sebagai Duta Masta, kita juga harus mastiin para maba ini ga ada miskomunikasi dalam menjalankan tugas dan sebagainya,” tambahnya. Di akhir, ia juga berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk tetap semangat dan belajar menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab.
Antusiasme juga dirasakan oleh para mahasiswa baru FKI UMS, di antaranya Dhita Ayu Tifani dan Latifa Arsya. Keduanya menyambut awal perjalanan kuliah mereka dengan penuh kesan positif terhadap keterbukaan para panitia dan kakak tingkat.
Dhita mengaku sempat merasa ragu dan cemas sebelum mengikuti kegiatan Masta. Namun, kehangatan dari para Duta Masta dan kakak tingkat membuat rasa khawatirnya perlahan sirna.
"Awalnya Dhita ragu dan takut, bahkan sempat ingin pulang. Tapi setelah melihat semangat teman-teman dan kehangatan kakak-kakak tingkat, Dita jadi termotivasi untuk terus berdiri di sini dan berkontribusi untuk UMS," ungkap Dhita.
Ia juga menyampaikan pesan motivasi, khususnya bagi sesama mahasiswa perempuan, untuk tidak ragu mengejar impian dan memberi dampak positif. "Perempuan itu berhak untuk terus bersinar dan punya langkah untuk maju serta berdampak bagi masyarakat," tegasnya.
Pesan serupa disampaikan oleh Arsya. Baginya, dimanapun seseorang menempuh pendidikan, hal terpenting adalah mengenali potensi diri dan tetap berproses dengan niat yang baik.
"Buat teman-teman di luar sana, tetap semangat. Apapun kampus dan jurusannya, yang tahu potensi dan daya saing kita adalah diri kita sendiri dan Allah. Selama apa yang kita kerjakan itu positif, yakinlah kita pasti bisa," ucap Arsya. (Edwi/Rill)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....