Respati Dorong Ayah Lebih Hadir dalam Pengasuhan Anak melalui GASMAS
- 22 Agt 2026 22:41 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Wali Kota Surakarta Respati mendorong para ayah untuk semakin hadir dan terlibat dalam pengasuhan anak melalui Gerakan Ayah Senang Momong Anak Solo (GASMAS). Menurutnya, kedekatan ayah dan anak berperan penting dalam membentuk karakter, kepercayaan diri, serta mendukung tumbuh kembang anak.
Pesan tersebut disampaikan Respati saat Launching Ruang Bersama Indonesia (RBI) sekaligus Penyerahan Hadiah Lomba GASMAS di Taman Cerdas Soekarno-Hatta, Jebres, Surakarta, Sabtu 22 Agustus 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, Ketua TP PKK Kota Surakarta, Venessa Respati, serta jajaran pemerintah daerah.
Respati mengatakan gagasan GASMAS muncul dari kebutuhan memperkuat keterlibatan ayah dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Menurutnya, penguatan peran perempuan dan anak perlu berjalan beriringan dengan keterlibatan laki-laki, khususnya ayah dalam keluarga.
“Awalnya saya melihat program-program dari PPA ini banyak berkaitan dengan perempuan. Kemudian saya berpikir, bagaimana support dari bapak-bapak? Ternyata ketika peran ayah lebih dekat dengan anak-anak, itu akan membuat karakter anak-anak kita lebih kuat,” katanya.
Menurut Respati, kehadiran ayah tidak harus diwujudkan melalui kegiatan besar. Interaksi sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi pengalaman berharga yang membekas dalam ingatan anak hingga dewasa.
Ia mencontohkan GASMAS yang mendorong para ayah meluangkan waktu bersama anak secara rutin. Setidaknya satu hari dalam sebulan, ayah diharapkan dapat mengambil peran dalam mengasuh dan menemani anak sehingga ibu juga memiliki waktu untuk beristirahat atau melakukan aktivitas lainnya.
“Bapaknya yang harus bisa momong anak. Karena memori baik anak itu penting sekali. Saya sendiri sudah ditinggalkan almarhum ayah saya. Saya hanya punya memori baik tentang ayah, pernah diantar sekolah, pernah dimarahi, pernah diajari olahraga. Ternyata itu yang membentuk karakter anak-anak kita,” ucapnya.
Respati menilai keterlibatan ayah dalam keluarga tidak hanya berkaitan dengan mendampingi anak bermain. Komunikasi dan pemahaman terhadap kehidupan keluarga sehari-hari juga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang harmonis.
Ia mendorong para ayah memahami berbagai kebutuhan keluarga, termasuk kebutuhan pasangan dan kondisi rumah tangga. Menurutnya, keterlibatan tersebut dapat mencegah kesenjangan komunikasi di dalam keluarga.
“Hal-hal seperti itu kelihatannya sederhana, tetapi ternyata menjadi komunikasi yang penting dalam keluarga. Jangan sampai ada diskomunikasi karena kita tidak tahu apa yang sedang terjadi di rumah,” katanya.
Respati berharap GASMAS dapat berkembang secara organik di masyarakat dan menjadi kebiasaan positif dalam keluarga. Menurutnya, keterlibatan ayah tidak harus dilakukan setiap hari, tetapi konsistensi menyediakan waktu berkualitas bersama anak dapat memberikan dampak besar.
Di tengah perkembangan teknologi, Respati juga mengingatkan orang tua agar memahami dunia yang sedang digeluti anak-anak. Orang tua tidak hanya dituntut hadir secara fisik, tetapi juga mengetahui aktivitas, permainan, dan hal-hal yang diminati anak. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....