Setiap Kemarau Dikepung Asap Cempo, Warga Plesungan Tuntut Solusi
- 05 Sep 2026 23:03 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Berulangnya bencana asap akibat kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo memicu keprihatinan mendalam dan keluhan keras dari warga perbatasan di Dusun Sulurejo, Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.
Warga menilai langkah penanganan darurat seperti penyiraman manual hingga pengerahan helikopter water bombing belum menyentuh akar masalah penumpukan sampah yang saban tahun mengancam keselamatan jiwa pemukiman terdekat.
Pekatnya paparan racun asap sisa kebakaran sampah tersebut dirasakan langsung oleh warga RT 07 Dusun Sulurejo, Titik (42). Ia terpaksa mengevakuasi empat anggota keluarganya menuju posko darurat GOR UTP Surakarta setelah asap pekat mengepung permukiman mereka sejak Jumat sore.
"Dari kemarin menjelang magrib asapnya mengarah ke rumah terus tanpa jeda. Bapak saya yang sudah sepuh kalau tidak mengungsi nanti susah napasnya karena asap masuk rumah itu ngap-ngap banget. Anak-anak saya juga terpaksa ikut mengungsi semua demi keselamatan," ujar Titik di posko evakuasi, Sabtu 5 September 2026.
Titik menceritakan, penderitaan warga Plesungan akibat kebakaran TPA Cempo bukan fenomena baru. Peristiwa serupa telah menjadi agenda bencana tahunan yang terus berulang setiap kali memasuki puncak musim kemarau, seperti musibah besar yang pernah melanda pada September tiga tahun lalu.
"Kejadian seperti ini tidak cuma sekali. Tiga tahun lalu di bulan September juga sama dan dampaknya luar biasa kami rasakan. Walaupun sudah ada upaya pemadaman helikopter, tapi kalau volume sampah dari seluruh Solo Raya terus ditampung di situ tanpa ada solusi permanen, setiap musim kemarau warga terdekat seperti kami pasti kena imbasnya lagi," kata Titik.
Sebagai warga yang tinggal di radius terdepan titik pembuangan sampah, Titik dan warga perbatasan lainnya mendesak pemangku kebijakan lintas daerah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola TPA Putri Cempo. Warga menuntut adanya penanganan terpadu dan sistematis agar pemukiman mereka tidak terus-menerus menjadi korban paparan asap beracun berkala.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....