Asap TPA Putri Cempo Pekat, Seratusan Warga Plesungan Mengungsi di GOR UTP
- 05 Sep 2026 13:56 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Pemerintah Kabupaten Karanganyar bergerak cepat mendirikan posko pengungsian di GOR Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta akibat pekatnya paparan asap pekat sejak Jumat 4 September 2026 malam. Hingga Sabtu 5 September 2026, posko tersebut telah menampung sebanyak 100 hingga 150 warga, dominan anak-anak, ibu-ibu, dan lansia, akibat kepulan asap pekat yang menyelimuti permukiman mereka.
Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karanganyar, Sugiharjo, menjelaskan berbagai fasilitas penunjang di posko pengungsian telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
"Untuk posko pengungsi di GOR UTP Desa Plesungan tadi malam kami ngecamp di sini di posko kesehatan karena situasi di RT 8 RW 9 khususnya pekat sekali. Jumlah pengungsi yang hadir di sini kebanyakan anak-anak, ibu-ibu, dan lansia sekitar 100 sampai 150-an. Kami siapkan kasur lipat, MCK, logistik makan tiga kali sehari, serta posko kesehatan dan ambulans siaga 24 jam," ujar Kalakhar BPBD Karanganyar, Sugiharjo saat ditemui RRI di area pengungisan.
Kalakhar menjelaskan skema pengungsian bersifat tentatif sesuai dinamika hembusan arah angin, di mana warga akan kembali ke rumah jika asap menipis dan bergeser.
"Pengungsian di sini sifatnya tentatif. Kalau misalnya asap tidak mengarah ke utara, sebagian warga ada yang pulang, nanti kalau kembali pekat akan balik lagi ke sini. Kita izin pemanfaatan GOR UTP sampai hari Selasa karena Rabu dipakai wisuda. Antisipasi terburuk nanti kita pasang tenda di lapangan tenis seberang yang berpagar agar lebih aman bagi anak-anak," ucapnya.
Sementara itu, Kondisi paparan asap yang menyusup hingga dalam rumah turut dirasakan warga RT 07 Dusun Sulurejo, Titik (42), yang terpaksa memboyong empat anggota keluarganya demi menyelamatkan orang tua dan anak-anak dari ancaman sesak napas.
"Dari kemarin menjelang magrib asapnya mengarah ke rumah terus tanpa jeda. Bapak saya yang sudah sepuh kalau tidak mengungsi nanti susah napasnya karena asap masuk rumah itu ngap-ngap banget. Harapan saya ada evaluasi dan penanganan khusus jangka panjang dari penumpukan sampah ini, karena kalau setiap musim kemarau berulang terus, efeknya luar biasa berat bagi warga terdekat," ujar Titik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....