Wali Kota Solo dan TNI AU Siapkan Water Bombing Atasi Bara TPA Putri Cempo

  • 05 Sep 2026 16:52 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta bersama instansi militer terus mengintensifkan upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo.

Memasuki hari ketiga masa tanggap darurat, koordinasi sinergis difokuskan bersama jajaran Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Adi Soemarmo dalam rapat koordinasi di TPA Putri Cempo, Sabtu, 5 September 2026.

Langkah cepat ini diambil guna merumuskan strategi penanganan kedaruratan dari jalur udara.

Berdasarkan pantauan kamera citra panas atau geotermal pada Jumat, 4 September 2026 malam, bara api dipastikan masih menyala dan menjalar secara tersembunyi di kedalaman tumpukan sampah yang cukup luas.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengatakan Pemerintah Kota telah meminta dukungan ke berbagai instansi pusat untuk mempercepat proses pemadaman.

"Memang masih ada api di dalam, maka dari itu butuh penambahan armada water bombing. Kedua, kita juga sudah bersurat ke BMKG untuk permohonan modifikasi cuaca secepatnya," kata Respati Ardi.

Guna mengeksekusi skenario tersebut, pihak TNI AU saat ini tengah memproses surat permohonan operasi bantuan kepada komando tingkat atas.

Armada helikopter udara yang akan dilengkapi dengan fasilitas bambi bucket tersebut nantinya difokuskan untuk menggempur sisa titik api pada zona B dan zona C.

Terkait persiapan operasi pengeboman air tersebut, Komandan Lanud Adi Soemarmo, Marsma TNI Henri Ahmad Badawi, mengatakan pihaknya berupaya maksimal agar armada segera tiba.

"Kita masih berupaya berkoordinasi dengan satuan atas di TNI AU untuk meminta dukungan berupa water bombing. Diharapkan dukungan itu segera tiba karena zonasi yang terbakar cukup luas," ucap Marsma TNI Henri.

Sembari menanti persetujuan rekayasa hujan buatan dan kedatangan armada helikopter udara, proses pendinginan di jalur darat terus dimaksimalkan tanpa henti.

Tim gabungan dari unsur Pemadam Kebakaran, kepolisian, militer, dan barisan sukarelawan bekerja keras menjinakkan bara api dengan segala peralatan di lokasi.

Kolaborasi intensif lintas sektor ini ditargetkan mampu memadamkan kebakaran secara menyeluruh dalam waktu dekat.

Seluruh pemangku kepentingan berkomitmen menyelesaikan darurat bencana ini agar warga dapat kembali beristirahat dan beraktivitas normal tanpa gangguan asap pekat. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....