Wamendag Kunjungi Laweyan dan Kauman, Ingin Produk Solo Mendunia

  • 04 Sep 2026 18:11 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti mengunjungi Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik Kauman, Kota Surakarta, Jumat 4 September 2026, untuk melihat langsung proses produksi sekaligus mendorong produk unggulan Solo menembus pasar internasional. Dalam kunjungan tersebut, Dyah didampingi Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, serta bertemu para pelaku usaha dan perajin batik.

Dyah mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Perdagangan menjemput langsung potensi produk unggulan di berbagai daerah. Pemerintah ingin melihat proses produksi sekaligus membuka peluang promosi dan pemasaran produk lokal.

“Kita bisa mengapresiasi sebuah produk ketika kita melihat prosesnya. Tadi kita melihat proses membatik bersama para pengrajin yang ada di sini, luar biasa sekali,” katanya.

Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti bersama Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani belajar membatik di Kampung Batik Kauman. (Foto: RRI/Reza)

Ia mengatakan sejumlah pelaku usaha di Solo telah memiliki pengalaman mengikuti Trade Expo Indonesia. Produk yang dihasilkan, mulai dari batik, minuman rempah, hingga kerajinan lokal, dinilai memiliki potensi untuk diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas.

Kementerian Perdagangan, kata Dyah, terus mendorong pelaku usaha agar dapat bertemu langsung dengan pembeli dari berbagai negara. Fasilitasi tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan promosi perdagangan, termasuk Trade Expo Indonesia.

“Kami dari Kementerian Perdagangan sengaja menjemput bola. Kami ingin melihat secara langsung bagaimana produk-produk unggulan Indonesia dan memfasilitasi para pelaku usaha agar mereka bisa dipertemukan dengan buyer-buyer luar negeri,” kata Dyah.

Ia menjelaskan, Kementerian Perdagangan memiliki jaringan di 33 negara melalui Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center. Jaringan tersebut diharapkan dapat mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli internasional melalui proses business pitching dan business matching.

“Pada intinya kita ingin mempertemukan para pelaku usaha seperti yang kita lihat di sini dengan buyer dari berbagai negara,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengatakan kunjungan Wakil Menteri Perdagangan menjadi dukungan bagi pengembangan produk berbasis budaya lokal di Kota Solo. Pemerintah Kota Surakarta, menurutnya, terus memberikan perhatian terhadap keberlangsungan batik tulis.

“Mayoritas produk dari Solo yang akan ditampilkan adalah batik. Kami fokus pada pelestarian batik, khususnya bagaimana batik tulis masih terus dikembangkan,” kataAstrid.

Ia menambahkan, dukungan Kementerian Perdagangan melalui berbagai ajang promosi membuka peluang lebih luas bagi produk lokal Solo. Pengembangan tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan pemasaran, tetapi juga pelestarian produk yang dibuat secara handmade dan berbasis budaya asli daerah. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....