Raker Dikdasmen PDM Sukoharjo, UMS Dorong Pemanfaatan AI Berbasis Nilai AIK
- 02 Sep 2026 21:00 WIB
- Surakarta
RRI. CO. ID, Surakarta - Guru besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://ums.ac.id menjadi narasumber dalam kegiatan Rapat Kerja (Raker) di Tawangmangu, Karanganyar yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Budi Murtiyasa, M.Kom., menyampaikan materi tentang “Peran Kecerdasan Buatan (AI) dalam Pembelajaran di Sekolah Menengah.”
Budi mengajak para pendidik untuk memanfaatkan AI sebagai alat bantu pembelajaran yang bertanggung jawab, tanpa meninggalkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sebagai ruh utama pendidikan.
"Kami mendorong setiap guru untuk menjadi “programmer” pembelajaran dengan menguasai teknik prompting yang efektif," ujar Budi Murtiyasa, Rabu 02 September 2026.
Mengusung tema “Terwujudnya Transformasi Pendidikan Dasar dan Menengah Berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai Karakter Utama, Holistik, dan Integratif”, Raker yang telah terselenggara pada Jumat (29/8/2026) itu diikuti oleh Ketua dan Sekretaris Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Sukoharjo serta Kelompok Kerja Kepala Sekolah dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA.
Ketua Majelis Dikdasmen PDM Sukoharjo, Dr. H. Srie Lahir, M.Pd., menegaskan bahwa arah kebijakan pendidikan Muhammadiyah harus berlandaskan pada semangat dakwah melalui pendidikan, khususnya dalam penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sebagai karakter utama.
Menurutnya, pendidikan Muhammadiyah tidak hanya berorientasi pada capaian akademik dan peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membentuk akhlak, spiritualitas, serta memperkuat proses kaderisasi di lingkungan persyarikatan.

“Pendidikan Muhammadiyah harus menjadi ruang strategis untuk membentuk generasi yang memiliki keunggulan akademik sekaligus berkarakter Islami dan memiliki komitmen terhadap nilai-nilai Kemuhammadiyahan,” ujarnya.
Dalam Raker tersebut, peserta juga membahas penguatan manajerial Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan. Penguatan tata kelola dinilai penting untuk mendorong sekolah-sekolah Muhammadiyah agar semakin profesional, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Selain aspek manajerial, pembahasan mengenai regulasi seleksi dan masa jabatan kepala sekolah turut menjadi salah satu agenda utama. Regulasi tersebut diharapkan dapat memastikan proses kepemimpinan di sekolah Muhammadiyah berjalan secara efektif, berkesinambungan, sistematis, dan sesuai dengan prinsip-prinsip persyarikatan.
Melalui forum Raker tersebut, Majelis Dikdasmen PDM Sukoharjo berupaya menyatukan arah dan komitmen seluruh pemangku kepentingan pendidikan Muhammadiyah dalam menghadapi dinamika serta tantangan pendidikan yang terus berkembang.
Raker juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara PDM, PCM, Majelis Dikdasmen, serta para kepala sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang holistik dan integratif.
Sejumlah rumusan strategis dihasilkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya kebijakan transformasi pendidikan dasar dan menengah berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, penyusunan draft regulasi seleksi dan masa jabatan kepala sekolah, serta strategi penguatan manajerial AUM dalam rangka meningkatkan mutu dan daya saing sekolah Muhammadiyah.
Melalui berbagai rumusan tersebut, pendidikan Muhammadiyah di Sukoharjo diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai instrumen dakwah sekaligus pusat pengembangan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan memiliki komitmen terhadap nilai-nilai Islam serta Kemuhammadiyahan. (Edwi/Rill)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....