Pemulung Putri Cempo Tuntut Persoalan Polusi hingga Kebisingan Ditangani

  • 01 Sep 2026 13:57 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pemulung dan warga sekitar TPA Putri Cempo menyampaikan keluhan terkait debu, asap, dan kebisingan saat menggelar aksi di Balai Kota Surakarta, Selasa 1 September 2026. Mereka meminta Pemerintah Kota Surakarta memperhatikan dampak lingkungan dan kesehatan yang dirasakan masyarakat di sekitar kawasan pengelolaan sampah.

Keluhan tersebut menjadi salah satu dari tiga tuntutan utama peserta aksi selain persoalan ekonomi dan kesehatan. Warga meminta pemerintah melakukan perbaikan sebelum aktivitas pengelolaan sampah terus berjalan.

Ketua Paguyuban Pemulung Putri Cempo, Karni, mengatakan warga mengeluhkan adanya polusi udara, debu, asap, serta kebisingan. Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapatkan penanganan serius dari pemerintah.

“Kita tuntut sekali lagi nanti biar dilaksanakan dulu, dihilangkan bising dan debu, asap semua dihilangkan dulu baru operasi yang betul,” kata Karni.

Karni juga menyampaikan adanya keluhan gangguan kesehatan yang dialami sebagian warga. Keluhan tersebut antara lain sesak napas, batuk, dan gatal-gatal.

Ia berharap pemerintah dapat melakukan penanganan terhadap persoalan lingkungan sekaligus memperhatikan kondisi kesehatan masyarakat. Warga dan pemulung juga meminta dapat berdialog langsung dengan Wali Kota Surakarta.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho, mengatakan Pemkot Surakarta telah melakukan pemantauan kualitas udara dan tingkat kebisingan di sekitar TPA Putri Cempo. Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan, nilainya disebut masih berada di bawah baku mutu.

“Hasilnya masih di bawah baku mutu, baik itu kualitas udara maupun kebisingan. Jadi kebisingan itu baku mutunya di 70 desibel, yang di area sekitaran TPA itu di angka 60-an,” kata Herwin.

Menurut Herwin, pemerintah tetap akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan masyarakat. Evaluasi terhadap tata kelola TPA Putri Cempo akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki pengelolaan sampah.

Ia mengatakan Pemkot Surakarta juga menyiapkan pembangunan instalasi pengolahan air lindi pada akhir 2026. Fasilitas tersebut direncanakan untuk mengolah air lindi sebelum dialirkan ke badan air penerima.

“Harapannya air lindi yang selama ini hanya berceceran tanpa ada pengolahan itu kita alirkan ke dalam satu lokasi dan kita olah sehingga keluarnya hasil pemrosesan lindi ini memenuhi baku mutu untuk dimasukkan ke badan air penerima,” ucap Herwin. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....