Hasil Panen Turun, Dinas Pertanian Boyolali Pastikan Pasokan Pangan Tetap Aman

  • 29 Agt 2026 14:18 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali – Fenomena kemarau dan ancaman kekeringan yang diprediksi berlangsung hingga Oktober mendatang, memicu penurunan hasil panen padi di Kabupaten Boyolali hingga sekitar tiga persen.

Meskipun begitu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, Suyanta tetap memastikan pasokan dan cadangan beras di wilayah Boyolali masih berada di posisi aman dan mengalami surplus 7.000 ton hingga Oktober nanti.

Guna mengatasi keterbatasan pasokan air di lahan pertanian, Pemerintah Kabupaten Boyolali bersama Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan 73 unit sumur dalam yang disebar di sejumlah wilayah terdampak, seperti Kecamatan Klego dan Karanggede. Saat ini pengerjaannya telah terealisasi hampir 60 persen dan terbukti berhasil mengairi sawah-sawah warga.

"Boyolali mendapatkan bantuan sumur dalam sekitar 73 unit yang sekarang sudah mulai proses, baik di Klego maupun Karanggede, dan sudah mulai berhasil sumurnya. Harapan kami, satu sumur itu bisa mengaliri antara tujuh sampai 10 hektar sehingga kekeringan ini tidak begitu berdampak," kata Suyanta saat ditemui disela-sela kegiatan pada Kamis, 27 Agustus 2026

Selain program sumur dalam, Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dan gerakan pembasmian hama seperti gropyokan tikus juga terus digalakkan.

Program bantuan sumur dalam yang dianggarkan sekitar Rp110 juta hingga Rp150 juta per unit ini ditujukan untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), sehingga lahan sawah yang sebelumnya hanya panen sekali dalam setahun bisa menggenjot produksi hingga tiga kali panen.

Di sisi lain, Dinas Pertanian Boyolali turut mengimbau para petani yang memiliki keterbatasan sumber air untuk tidak memaksakan diri menanam padi pada musim kemarau saat ini.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, Suyanta menyarankan petani sementara beralih ke tanaman palawija yang lebih hemat air guna menjaga kestabilan ekonomi dan ketahanan pangan.

"Harapan kami kalau bisa jangan padi dulu untuk musim ini bagi yang kira-kira airnya tidak mencukupi, jangan memaksakan. Bisa beralih ke jagung atau kacang tanah yang penting pangan dulu. Insyaallah untuk dampak kekeringan ini tidak terjadi kekurangan pangan di Boyolali," katanya menambahkan.

Dispertan Boyolali saat ini tengah melakukan pendataan perincian daerah-daerah kekeringan yang akan dirilis pada akhir Agustus. Pihaknya optimistis, dengan kombinasi bantuan sumur dalam pemerintah pusat, APBD, sumur swadaya masyarakat, serta pola tanam yang tepat, krisis pangan akibat kemarau panjang dapat terhindarkan. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....