Diserang Tawon saat Panen Padi, 8 Petani Jatiyoso Dilarikan ke Puskesmas
- 04 Mar 2026 20:49 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Nasib nahas menimpa delapan orang petani di Dusun Geneng, Desa Jatisawit, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Mereka menjadi korban serangan kawanan tawon secara mendadak saat tengah beraktivitas memanen padi di area persawahan setempat pada Rabu pagi 4 Maret 2026.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB tersebut, sempat memicu kepanikan di lokasi kejadian. Seluruh korban yang rata-rata sudah berusia lanjut langsung dilarikan ke Puskesmas Jatiyoso guna mendapatkan penanganan medis darurat akibat luka sengatan yang mereka alami.
“Kejadiannya pagi tadi sekitar jam sembilan. Ada delapan petani yang tersengat tawon saat panen. Semuanya sudah dibawa ke Puskesmas Jatiyoso untuk mendapatkan perawatan,” ujar Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno.
Berdasarkan data BPBD, para korban serangan tawon tersebut masing-masing adalah Kiyem (70), Timan (61), Kijem (63), Larni (65), Wagimin (52), Larni (67), Samikem (67), dan Adun (46). Setelah menjalani observasi medis di Puskesmas, kondisi kedelapan warga tersebut dinyatakan mulai stabil.
“Alhamdulillah kondisi korban stabil dan sudah diperbolehkan pulang. Seluruh korban kini menjalani pemantauan di rumah masing-masing setelah mendapatkan penanganan medis,” ujar Hendro.
Meski sudah diperbolehkan pulang, petugas medis meminta para korban segera kembali ke Puskesmas jika merasakan gejala lanjutan yang berbahaya. Gangguan kesehatan seperti sesak napas atau reaksi alergi hebat pasca-sengatan harus segera ditangani secara intensif agar tidak berakibat fatal.
Hendro juga memberikan imbauan tegas kepada warga Jatiyoso agar lebih waspada saat beraktivitas di kebun maupun persawahan. Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan sarang tawon berukuran besar dan tidak melakukan tindakan sendiri yang dapat memicu agresivitas serangga tersebut.
“Keselamatan warga menjadi prioritas. Jika ditemukan sarang tawon yang berpotensi membahayakan, sebaiknya dilaporkan agar dapat ditangani dengan aman oleh petugas atau relawan terkait,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....