Jawab Isu Kesehatan Masyarakat, Puskesmas Tawangsari Gelar FKP
- 28 Agt 2026 13:24 WIB
- Surakarta
RRI. CO. ID, Sukoharjo – Penyakit tidak menular seperti diabetes melitus dan hipertensi masih menjadi ancaman serius bagi warga Kecamatan Tawangsari.
Guna menekan angka kesakitan (morbiditas) sekaligus meningkatkan kualitas layanan, Puskesmas Tawangsari menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) bersama tokoh masyarakat dan jajaran lintas sektor pada Kamis 27 Agustus 2026.
Mengusung tema “Sinergitas Puskesmas dan Lintas Sektor dalam Penguatan Integrasi Layanan Primer serta Cek Kesehatan Gratis (CKG)”, forum ini menjadi wadah evaluasi sekaligus penentuan arah kebijakan kesehatan wilayah.
Kepala Puskesmas Tawangsari, dr. Rahardi, memaparkan keberhasilan sejumlah inovasi unggulan sepanjang tahun 2025.
Salah satunya adalah program Kurma Manis yang efektif menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI/AKB) serta stunting, disamping pemanfaatan teknologi informasi untuk memangkas waktu tunggu pasien.
"Memasuki tahun 2026, Puskesmas Tawangsari mempertajam fokus pelayanan pada tiga isu strategis," ujarnya.

Yang pertama soal Pencegahan Penyakit Kronis berupa prioritas CKG untuk penanganan awal hipertensi dan diabetes melitus. Kedua terkait skrining TBC Terintegrasi.
Hal ini dilakukan dengan nenggabungkan CKG dengan pelacakan (tracing) aktif penemuan kasus Tuberkulosis hingga ke desa-desa guna memutus rantai penularan.
"Yang ketiga dengan Deteksi Dini melalui peningkatan kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan sebelum timbul gejala berat," ujarnya.
Upaya deteksi dini melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan tren positif. Hingga 21 Agustus 2026, realisasi CKG di Tawangsari telah menembus 29.000 jiwa lebih, mendekati target sasaran 30.000 orang dari total 56.000 penduduk.
Tak hanya fokus pada layanan lapangan, Puskesmas Tawangsari juga mengukir prestasi di tingkat nasional.
"Lembaga ini menjadi pelopor layanan obat penyakit rujuk balik melalui inovasi PATUH, serta berhasil lolos seleksi wawancara Tim Penilai Nasional KemenPAN-RB dalam penilaian Zona Integritas 2026"pungkasnya. (Edwi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....