Polres Sukoharjo Dorong Deteksi Dini Kaki Bermasalah pada Anak
- 25 Agt 2026 21:32 WIB
- Surakarta
RRI.CO. ID, Sukoharjo - Polres Sukoharjo bersama sejumlah pemangku kepentingan melaksanakan launching Program Polda Jawa Tengah Peduli Clubfoot CTEV dengan tema “Deteksi Dini, Penanganan Tepat, Harapan Baru untuk Masa Depan Anak”, Senin 24 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula R. Kusnadi, Mapolres Sukoharjo, tersebut menjadi langkah kolaboratif untuk meningkatkan deteksi dini sekaligus memastikan anak-anak dengan kelainan kaki pengkor atau Clubfoot/CTEV mendapatkan penanganan yang tepat dan berkelanjutan.
Kegiatan dihadiri Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, S.H., S.I.K., Plt. Wakapolres Sukoharjo Kompol Tiswanti, S.H., M.H., jajaran PJU Polres Sukoharjo, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo dr. Yunia Wahdiyati, M.Si., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo Tri Tuti Rahayu, S.K.M., M.Kes., Ketua PD Muhammadiyah Sukoharjo H. Djumari, S.Ag., M.Si., Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Sukoharjo Karunia, Yayasan Mentari Clubfoot, jajaran RS PKU Muhammadiyah, para Kapolsek, Kasi Dokes Polres Sukoharjo beserta anggota, serta Bhabinkamtibmas Polsek jajaran.
Dalam sambutan Kapolres Sukoharjo yang dibacakan Plt. Wakapolres Kompol Tiswanti, disampaikan bahwa Program Polda Jateng Peduli Clubfoot merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang mengalami kelainan bentuk kaki.
“Bagi kami, tugas Polri bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk memberikan manfaat, kepedulian, serta membantu menyelesaikan persoalan-persoalan sosial yang dihadapi masyarakat,” ujar Kompol Tiswanti membacakan sambutan Kapolres.
Menurutnya, melalui program tersebut Polri ingin memastikan anak-anak penyandang Clubfoot mendapatkan perhatian dan kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, belajar, serta meraih cita-cita.
Namun, kata Kapolres upaya tersebut tidak dapat dilakukan Polri seorang diri dan dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, rumah sakit, BPJS Kesehatan, organisasi kemasyarakatan, yayasan, serta masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sukoharjo, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kartasura, Yayasan Mentari Clubfoot, dan seluruh pihak yang telah mendukung program ini,” katanya.
Kapolres berharap launching tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat semangat Polri hadir dan peduli terhadap masyarakat.
“Polri bersama seluruh elemen masyarakat membangun generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo dr. Yunia Wahdiyati menyampaikan apresiasi kepada Polda Jateng dan Polres Sukoharjo atas pelaksanaan program tersebut.
Ia menegaskan, penanganan anak dengan Clubfoot atau CTEV membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Dinas Sosial, kata dia, akan berperan dalam rehabilitasi sosial, termasuk membantu keluarga yang mengalami kendala ekonomi agar anak memperoleh pengobatan dan rehabilitasi yang diperlukan.
“Dinas Sosial juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, puskesmas, rumah sakit, dan BPJS Kesehatan apabila diperlukan,” jelasnya.
Apabila kondisi CTEV menyebabkan keterbatasan fungsi atau masuk dalam kategori penyandang disabilitas, Dinas Sosial juga dapat berperan dalam memberikan layanan rehabilitasi sosial serta pemenuhan hak penyandang disabilitas.
Yunia menambahkan, program deteksi hingga penanganan Clubfoot yang dilakukan bersama Polda Jawa Tengah diharapkan dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Dukungan juga disampaikan Ketua PD Muhammadiyah Sukoharjo H. Djumari. Melalui Majelis Pembinaan Kesehatan Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pihaknya berkomitmen menjalankan gerakan filantropi melalui Program Mentari Clubfoot.

Program tersebut bertujuan memberikan pelayanan penyembuhan kaki pengkor bagi keluarga yang membutuhkan sehingga anak-anak dapat terhindar dari risiko disabilitas permanen dan memiliki masa depan yang mandiri.
“Penanganan kasus kaki pengkor ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Kami sangat bersyukur Polri melalui Polda Jawa Tengah, dalam hal ini Polres Sukoharjo, memiliki program yang sangat baik dan mulia ini sehingga anak dengan kaki pengkor dapat terdeteksi sejak dini,” ungkap Djumari.
PD Muhammadiyah Sukoharjo melalui RS PKU Muhammadiyah juga menyatakan kesiapan untuk membantu memfasilitasi penanganan lanjutan bagi anak-anak dengan kelainan CTEV.
Selain itu, kader Muhammadiyah di tingkat ranting diharapkan dapat berkolaborasi dengan Bhabinkamtibmas dan instansi terkait, termasuk puskesmas, untuk melakukan penjaringan dan deteksi dini anak-anak yang mengalami kelainan kaki CTEV.
Dengan kolaborasi tersebut, anak yang terdeteksi mengalami Clubfoot diharapkan dapat segera memperoleh penanganan sehingga hasil pengobatan dapat lebih optimal.
Program Polda Jateng Peduli Clubfoot CTEV ini sekaligus menjadi bentuk nyata sinergi Polri bersama pemerintah daerah, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan, rumah sakit, BPJS Kesehatan, yayasan, serta masyarakat dalam memberikan akses penanganan kesehatan bagi anak.
Melalui deteksi dini dan penanganan yang tepat, diharapkan anak-anak dengan Clubfoot dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, memperoleh kesempatan yang setara, serta memiliki masa depan yang lebih baik. (Edwi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....