Kunjungi Diskominfo Sragen, DPRD Tulungagung Belajar Kelola Pengaduan-Pengaman I

  • 25 Agt 2026 12:44 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, melakukan kunjungan kerja ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Senin 24 Agustus 2026. Kunjungan yang berlangsung di Aula Diskominfo Sragen ini berfokus pada studi tiru pengelolaan pengaduan masyarakat, keamanan informasi, integrasi data, hingga inovasi digital pemerintahan.

Rombongan DPRD Tulungagung dipimpin langsung oleh Ketua Komisi D, Ali Masrup. Kedatangan mereka disambut oleh Sekretaris Diskominfo Sragen, Budi Yuwono, yang didampingi Kabid Pengelola Informasi Yudi Tamtomo serta Kabid Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Statistik (PTIS) Hartono.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Yuwono memaparkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen terus memperkuat sistem layanan pengaduan warga. Setiap laporan masyarakat dipastikan mendapat respons dan tindak lanjut maksimal dalam kurun waktu 1 x 24 jam.

"Dalam 1 x 24 jam laporan harus dijawab dan ditindaklanjuti. Alhamdulillah, kami mendapatkan predikat terbaik pertama untuk respons tercepat di Jawa Tengah," kata Budi.

Budi menambahkan, Diskominfo Sragen secara rutin memetakan data laporan warga setiap bulannya. Berdasarkan catatan data, keluhan terkait sektor infrastruktur, seperti kerusakan jalan, irigasi, dan jembatan—menjadi isu yang paling dominan. Data pengaduan ini kemudian dijadikan salah satu acuan pertimbangan pimpinan daerah dalam menentukan arah prioritas pembangunan.

Selain sistem pengaduan, Budi menekankan pentingnya penguatan keamanan informasi melalui penerapan standar ISO 27001. Pemkab Sragen kini rutin melakukan backup dan mirror data di beberapa lokasi terpisah untuk mengantisipasi risiko kehilangan atau kerusakan data.

"Pengalaman gangguan pusat data menjadi pembelajaran penting. Sekarang kami lebih berhati-hati dengan melakukan backup dan mirror data di beberapa titik," ujarnya.

Dalam hal integrasi, Pemkab Sragen mengusung program Sragen Satu Data guna memastikan seluruh Data Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terhubung dalam satu rujukan baku, khususnya pada data strategis seperti angka kemiskinan dan kepegawaian. Dua inovasi digital unggulan juga turut dipresentasikan, yakni aplikasi Dandan Omah untuk intervensi program bedah rumah, serta Super App yang mengintegrasikan data lintas sektor.

Sementara itu, Anggota DPRD Tulungagung Sumarsono Efendi mengapresiasi keterbukaan Pemkab Sragen. Ia menilai keberhasilan dan praktik baik (best practice) yang diterapkan Diskominfo Sragen sangat relevan untuk diadopsi di Kabupaten Tulungagung.

"Kami ingin mengetahui bagaimana Sragen menangani berbagai persoalan digitalisasi sehingga bisa kami implementasikan di Tulungagung. Karakteristik kedua daerah memiliki banyak kesamaan, sehingga program di sini sangat potensial untuk memberikan dampak nyata bagi pelayanan publik kami," ucap Sumarsono. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....