Physiotherapy Academic Orientation UMS Kenalkan Kehidupan Akademik

  • 03 Okt 2026 15:57 WIB
  •  Surakarta

RRI. CO. ID, Surakarta – Program Studi S1 Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ menggelar Physiotherapy Academic Orientation dengan tema “A Student Guide to Academic Life and Future Pathways” di Meeting Room B2 Lantai 2 Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS, Sabtu 03 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh kehidupan akademik di Program Studi Fisioterapi, mulai dari sistem akademik, layanan mahasiswa, fasilitas laboratorium, organisasi kemahasiswaan, hingga berbagai peluang untuk mengembangkan prestasi dan karier di tingkat internasional.

Kaprodi Fisioterapi UMS, Adnan Faris Naufal, S.Fis., Ftr., M.Biomed., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan informasi kepada mahasiswa mengenai berbagai aktivitas yang dapat dilakukan selama menjalani perkuliahan.

“Kami mau menginformasikan banyak hal tentang mahasiswa mau ngapain saja di kampus. Mulai dari organisasi sampai menjadi mahasiswa berprestasi. Kalau ada informasi tentang lomba, silahkan kalian ikuti dan jadilah berprestasi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Adnan juga memperkenalkan jajaran struktural pimpinan Program Studi S1 Fisioterapi UMS kepada mahasiswa.

Materi selanjutnya disampaikan Sekprodi Fisioterapi UMS, Rinna Ainul Maghfiroh, S.Fis., Ftr., M.Sc., dengan materi bertajuk “Academic Systems, Digital Portals, and Departmental Regulations”.

Ia menjelaskan perkembangan jumlah mahasiswa Program Studi Fisioterapi UMS yang terus bertambah setiap tahunnya. Saat ini, tercatat sebanyak 743 mahasiswa.

“Alhamdulillah, di Prodi Fisioterapi tiap tahunnya bertambah terus mahasiswanya. Sekarang tercatat 743 mahasiswa,” jelasnya.

Rinna juga menjelaskan mengenai sistem akademik, layanan mahasiswa, portal digital, serta regulasi yang berlaku di Program Studi Fisioterapi UMS. Ia turut memberikan tips kepada mahasiswa ketika berkomunikasi dengan dosen.

“Kalau menghubungi dosen, sampaikan salam, perkenalkan diri juga NIM, kemudian sampaikan maksud dari menghubungi dosen tersebut,” tuturnya.

Selanjutnya, Kepala Laboratorium Fisioterapi UMS, Dr. Wijianto, SSt.FT., Ftr., M.Or., menyampaikan materi “Laboratory Infrastructure, Equipment Protocols, and Safety Standards”.

Wijianto menjelaskan fungsi laboratorium sebagai tempat mahasiswa melaksanakan praktikum dan memahami berbagai modalitas fisioterapi sebelum memasuki praktik klinis bersama pasien.

“Laboratorium merupakan tempat praktikum mahasiswa untuk memahami modalitas fisioterapi sebelum praktik klinis ke pasien,” jelasnya.

Materi berikutnya disampaikan Arif Pristianto, SSt.FT., Ftr., M.Fis., dari Unit Penjaminan Mutu melalui materi “Global Mobility, Student Achievements, and Student Organizations”. Materi tersebut membahas peluang mobilitas internasional, prestasi mahasiswa, serta organisasi kemahasiswaan.

Arif mendorong mahasiswa agar berani mengambil kesempatan yang tersedia selama menjalani kehidupan perkuliahan.

“Orang yang berprestasi punya kesempatan kapan pun. Siapa yang cepat dan berani dalam menentukan keputusan dalam kesempatan, itulah yang berprestasi. Karena kesempatan juga akan datang pada siapa yang mau mencoba,” ungkapnya.

Setelah rangkaian materi dari jajaran Program Studi Fisioterapi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan mengenai kehidupan akademik, organisasi, prestasi, maupun berbagai peluang pengembangan diri.

Kegiatan kemudian menghadirkan alumni lewat zoom meeting untuk memberikan gambaran mengenai perjalanan karir setelah menyelesaikan pendidikan di Fisioterapi UMS.

Alumni Fisioterapi UMS yang kini menjadi Supervisor at Asia Center Clinic, Riyadh, Saudi Arabia, Ftr. Rhama Syuhada Sujak, S.Kes., menyampaikan materi “International Career Pathways: Practicing Physiotherapy Abroad”.

Rhama mengajak mahasiswa untuk terus bergerak dan mengembangkan diri. Ia menyampaikan apa yang dikatakan oleh Imam Syafi'i, yang mengibaratkan manusia seperti air yang akan berbeda kondisinya ketika hanya menggenang dibandingkan ketika terus mengalir.

“Seperti kata Imam Syafi’i, manusia ibarat seperti air. Ada air di dalam sebuah wadah, ia menggenang, kemudian jadi keruh dan kotor. Ada pula air yang senantiasa mengalir, keluar dari tempatnya yang kemudian ia menjadi bersih,” tuturnya.

Rhama juga mengutip pemikiran Filsuf dari Jerman, Friedrich Wilhelm Nietzsche mengenai keberanian untuk mengusahakan sesuatu yang dianggap sulit.

“Nietzsche pernah mengatakan bahwa tidak ada tujuan hidup yang lebih baik daripada binasa untuk mengusahakan hal-hal yang mustahil,” ungkapnya.

Sementara itu, pengalaman di ranah akademik dibagikan oleh Brissa Isabel Salsabila, S.Kes., Awardee GKS-G 2026 sekaligus mahasiswa Master of Science di Dong-A University, South Korea. Ia menyampaikan materi “Unlocking Global Education: Postgraduate Scholarship Opportunities”.

Brissa membagikan pengalaman dan prestasinya di kancah internasional sekaligus memperkenalkan peluang pendidikan lanjutan melalui beasiswa internasional kepada mahasiswa.

“Peluang untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri terbuka melalui berbagai kesempatan beasiswa. Pengalaman yang saya dapatkan menjadi bagian dari perjalanan untuk terus berkembang di ranah akademik,” pungkas Isabel. (Edwi/Rill)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....