Masyarakat Solo Raya Gelar Baca Buku Serentak Himpun Donasi NTT
- 27 Agt 2026 23:00 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SURAKARTA - Ratusan warga yang terdiri dari berbagai anggota klub buku di Soloraya dan masyarakat umum menggelar kegiatan baca buku serentak dan berdonasi untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) di Taman Balekambang Solo, Sabtu 22 Agustus 2026.
Acara bertajuk Independence Day Book Party tersebut menjadi salah satu rangkaian utama dalam agenda Weekend Balekambang Green Creative Market yang diinisiasi oleh komunitas bermain Hompimpa Solo.
Ketua Hompimpa Solo, Dyah Bodrohini, mengatakan gerakan ini hadir tidak hanya sebagai wadah rekreasi edukatif, tetapi juga sebagai bentuk aksi nyata kepedulian sosial lintas komunitas melalui penggalangan donasi.
Ia mengatakan kegiatan Independence Day Book Party menjadi ajang berkumpulnya para pencinta buku dari berbagai daerah se-Soloraya. Acara tersebut menggandeng sejumlah klub buku wilayah Soloraya seperti Boyolali Book Club, Bacamorfosis, Solo Book Party, Klaten Book Club, serta masyarakat umum.
"Selama ini saya melihat kegiatan baca buku di sejumlah wilayah di Soloraya sudah berjalan sendiri-sendiri. Jadi, kami ingin mengajak mereka selain untuk berkumpul bersama saling mengenal, juga untuk merayakan kemerdekaan dalam membaca serta memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia," kata Dyah.
Lebih lanjut, Dyah menegaskan pentingnya memaknai kemerdekaan membaca secara mendalam di era modern. Menurutnya, membaca kini bukan lagi aktivitas yang dibatasi atau terancam pembredelan seperti pada masa lalu.
Kebebasan mengakses buku dan menjelajahi gagasan harus dimanfaatkan seluas-luasnya untuk meningkatkan tingkat literasi dan daya kritis masyarakat.
Ketua Acara Independence Day Book Party, Niva Ni'matul Faizah, menjelaskan konsep acara dikemas secara santai dan terbuka untuk menghilangkan kesan membaca adalah kegiatan yang kaku.
Kegiatan juga sengaja digelar di ruang publik untuk membiasakan masyarakat melihat orang membaca buku dan tidak sekadar terlihat perform native. Ia mengatakan saat orang membaca buku di tempat umum kurang lebih sama dengan orang membaca informasi di dalam gawai.
Ia mengatakan para peserta diajak membawa buku favorit masing-masing, duduk bersantai di area hijau Taman Balekambang, dan menikmati momen membaca bersama lalu berdiskusi bersama.
"Kami ingin membawa budaya membaca keluar ke ruang publik agar masyarakat luas bisa melihat bahwa membaca itu menyenangkan dan inklusif. Selain aktivitas membaca hening dan diskusi buku yang dibawa, kami juga membuka donasi untuk saudara yang terkena gempa di NTT. Kami percaya bahwa semangat kemerdekaan dan literasi harus berjalan beriringan dengan rasa empati sosial," ungkap Niva.
Niva mengatakan acara tersebut dirancang untuk menciptakan ruang aman dan menyenangkan bagi siapa saja yang ingin menikmati buku.
Ia meyakini merayakan kemerdekaan tidak hanya soal seremoni, tetapi juga merayakan kebebasan berpikir dan mengakses ilmu.
“Dulu, buku-buku tertentu kerap dihantui ancaman pembredelan atau pembatasan. Melalui Independence Day Book Party, kami ingin merayakan kebebasan membaca tanpa rasa takut. Kita punya hak sepenuhnya untuk menjelajahi ide dan pengetahuan," katanya.
Sementara itu, salah satu peserta dari Klaten Book Club, Ahmad Rivai, mengapresiasi adanya kegiatan Independence Day Book Party. Ia mengusulkan acara tersebut bisa menjadi ajang tahunan rutin untuk bertemu para pencinta buku.
Ia juga menghubungkan kegiatan membaca dengan kemerdekaan yang ternyata saling keterkaitan. Ia menyebut ilmu pengetahuan adalah alat pembebasan. Pertama membebaskan manusia dari kebodohan lalu membebaskan manusia untuk berpikir mandiri dan mengimajinasikan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.
“Memperingati kemerdekaan bagi saya tidak kaaffah jika tidak dirayakan dengan buku dan membaca, sebab founding father kita, misalnya, Mohammad Hatta, adalah pembaca buku yang tekun,” pungkasnya. (Ita / Sifa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....