Dari Buku hingga Takir, Pegiat Literasi Boyolali Ajak Anak Cinta Membaca dan Budaya

  • 28 Jul 2026 03:06 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID., Surakarta - Di tengah kepungan gawai dan permainan digital, puluhan anak di Boyolali diajak kembali merawat imajinasi serta kebudayaan lokal melalui Perayaan Hari Anak Nasional bertema "Bocah Boyolali Pinter Maca, Ngerti Budaya" di Hawwa Garden Stable, Mojosongo, Minggu 19 Juli 2026). Lewat kolaborasi lintas komunitas literasi, kegiatan ini hadir sebagai jawaban atas pentingnya menciptakan ruang belajar yang aman, menyenangkan, sekaligus bernilai budaya bagi tumbuh kembang anak.

Keceriaan perayaan yang diikuti 35 anak usia 3 hingga 12 tahun tersebut dirasakan langsung oleh Kania, salah satu peserta yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. "Aku suka sekali main di sini, ketemu teman-teman baru, bikin takir dari daun pisang juga seru. Aku juga baru tahu biji congklak ada yang dari biji sawo, namanya lucu, kecik," ujar Kania gembira.

Melalui pendekatan alam terbuka yang asri, kegiatan ini memberikan pengalaman bahwa proses belajar dan mengenalkan kearifan lokal tidak harus selalu dilakukan di dalam ruang kelas yang kaku.

Rangkaian kegiatan diawali dengan permainan tradisional yang melatih kerja sama, ketangkasan, dan sportivitas. Anak-anak kemudian menyimak sesi membaca nyaring (read aloud) buku "Gawe Takir" yang dibawakan oleh Tim Read Aloud Boyolali, lalu mempraktikkan langsung pembuatan takir dari daun pisang untuk mengenalkan kearifan lokal Jawa dan nilai kepedulian lingkungan sejak dini.

Bagi peserta yang sudah lancar membaca mandiri, Boyolali Book Club memfasilitasi sesi membaca senyap (silent reading) dan diskusi buku di atas rumput hijau Hawwa Garden guna melatih kemampuan berpikir kritis serta keberanian menyampaikan pendapat.

Desi Ela, panitia penyelenggara sekaligus perwakilan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpusnas RI Lokus Kabupaten Boyolali, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi bersama untuk terus menumbuhkan ruang belajar yang ramah anak. "Dengan rangkaian kegiatan seperti diskusi buku, membaca nyaring, membuat takir, dan permainan tradisional, hal ini sangat selaras dengan tema Hari Anak Nasional kali ini, yaitu 'Bocah Boyolali Pinter Maca, Ngerti Budaya'. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan di Boyolali, tidak hanya pada momen tertentu saja," kata Desi Ela kepada RRI.

Ia menambahkan, keberlanjutan ruang belajar ini penting agar anak-anak semakin memahami bahwa literasi dan budaya sejatinya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Perayaan Hari Anak Nasional ini merupakan hasil kolaborasi tujuh komunitas literasi di Kabupaten Boyolali, yakni Boyolali Book Club, Hompimpa, Salihah Bersama, Taman Baca Masyarakat Panggon Sinau, Read Aloud Boyolali, Taman Baca Al-Quds, serta Relima Perpusnas RI Kabupaten Boyolali. Melalui semangat gotong royong, mereka berkomitmen memperkuat budaya membaca dan rasa bangga terhadap identitas lokal pada generasi muda. (Dinar Rusydiana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....